jump to navigation

Mengucapkan syahadat dijamin masuk surga. Benarkah? 22 Juni 2007

Posted by Ibrahim in Do'a, Islam, Surga & Neraka.
trackback

Ada artikel dari Dr. Yusuf Qardhawi yang saya baca: ORANG YANG MENGUCAPKAN SYAHADAT, PASTI MASUK SURGA. Dalam artiket tersebut difatawakan bahwa orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat diakhir hayatnya dijamin masuk surga, walaupun semasa hidupnya selalu mengerjakan maksiat. Pendapat itu didasarkan dari hadist-hadist nabi yang disampaikan dalam artikel tersebut. Benarkah kita dapat hidup ‘maksiat’ terus kita berharap masuk surga hanya dengan mengandalkan mengucapkan syahadat di akhir hayat?

QS. Yunus (10):90. Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

Firaun sebelum matinya ternyata telah bersyahadat kepada Allah. Syahadat jaman itu seperti yang dia katakan dalam ayat 10:90.

QS. Al-Mu’min (40):46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.

Tapi ternyata Firaun dan pengikutnya tetap saja akan disiksa dengan azab yang sangat keras.

QS. Al Qashash(28):4. Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Firaun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

Semasa hidupnya Firaun selalu berbuat aniaya dan kerusakan seperti dalam ayat 28:4. Walau diakhir hayatnya mengucapkan syahadat, tetap saja dia akan masuk neraka. Timbangan kejahatannya kiranya lebih berat dari pada timbangan kebaikannya, apalagi setelah bersyahadat Firaun kemudian mati dan belum berbuat amal saleh. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? (QS.95:8).

QS. At-Tiin (95):
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Ayat-ayat 95:4-8 berbicara tentang manusia, bukan hanya manusia pada umat Muhammad tapi berlaku bagi seluruh manusia. Jelas sekali bahwa yang tidak dikembalikan ke neraka adalah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.

Jadi tidaklah cukup dengan hanya mengandalkan syahadat saja. Syahadat adalah hanya awal perjalanan muslim, konsekuensinya adalah iman dan amal saleh. Iman dan amal saleh pun kalau dijabarkan akan ada konsekuensinya lagi.

Janganlah ‘bertaruh':tidak ingin dimasukan ke tempat yang serendah-rendahnya(neraka) hanya dengan dua kalimat syahadat saja terus kita merasa cukup hingga kemudian kita lalai. Semua perbuatan kita akan diperhitungkan dan ditimbang di akhirat.

Mudah-mudahan kita tidak lagi menganggap enteng hidup didunia ini. Mudah-mudahan iman dapat kita tegakkan dan amal saleh dapat kita kerjakan, karena Allah telah berjanji dengan dua hal tersebut. Amiin.

About these ads

Komentar»

1. aricloud - 26 Juni 2007

Assalamu’alaikum

Betul mas Ibrahim, namun DR. Yusuf Qardlowi dengan pemahaman dan keluasan ilmunya insya Allah juga tidak bermaksud menyepelekan masalah ini.

Saya kira Dr. Yusuf Qardlowi tidak beranggapan bahwa orang yang mengucap (mengucap disini tentu saja juga meyakini dalam hati) dua kalimat syahadat itu langsung masuk syurga. Namun itu adalah sebuah kepastian (Insya Allah) bahwa orang tersebut telah beriman
dan suatu saat akan masuk syurga dengan keimanannya itu.

Walaupun ia sering melakukan maksiat tanpa sempat bertobat maka itu akan diganjar secara tersendiri oleh Allah SWT. Dan Allah adalah seadil-adilnya Hakim.

Hal ini berbeda dengan orang Kafir, walaupun mereka berbuat amal kebajikan namun tanpa syahadat maka amalnya itu adalah sia-sia.

Namun demikian saya setuju dengan mas ibrahim bahwa kita tidak boleh menganggap enteng hidup di dunia ini, mengingat hidup di dunia hanya sekali, setelah itu tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki, daripada beresiko masuk neraka kenapa tidak kita berupaya menggapai syurga dengan peningkatan kualitas iman dan amal.
Wallhu alam

koko tenan - 28 Januari 2014

ya kalau udah baca syahadat dah masih maksiyat ya ndak ada bedanya dengan orang kafir

2. ayahluqman - 27 Juni 2007

Ya..tapi apakah hanya dengan keimanannya (meyakini dalam hati) saja juga sudah cukup sebagai tiket ke surga tanpa sempat beramal dengan imannya? Karena kedua hal ini nampak tidak bisa terpisahkan, saling terkait erat, seperti harus menyatu.

Koko Cah - 28 Januari 2014

tidak mudah kok masuk surga itu, kalau ada yg beranggapan masuk surga itu gampang itu pemahaman produk lama, coba teliti alquran dengan seksama

3. aricloud - 29 Juni 2007

Hmm..iya juga sih, tapi menurut saya meyakini keimanan dalam hati sudah termasuk pahala utama. Guru saya dulu pernah cerita bahwa orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya walaupun seberat biji sawi , selama dia tidak mati dalam keadaan Musryik insya Allah akan ke Syurga juga (pada akhirnya), pun demikian dosa-dosanya dibersihkan dulu di Neraka entah berapa lama (mungkin sangat lama). Tapi memang saya belum menemukan dalil Al Qur’an yang meneybutkan demikian, namun ada beberapa hadits yang mendukung pendapat tersebut ( hmm..saya juga lupa haditsnya..walah).

4. Ibrahim - 29 Juni 2007

Nah..itu lagi..tidak ada dalil Al Qur’an yang menyebutkan orang yang masuk neraka setelah disiksa (dibersihkan dosanya) kemudian akan dimasukan ke surga. Yang ada kalau sudah ke neraka maka akan neraka selama-selamanya, kalau sudah ke surga maka akan surga selama-selamanya.

Yang dihitung menurut Al Qur’an sepertinya juga bukan berat imannya tapi kepada berat perbuatannya, yang walau seberat biji sawi maka Allah akan membalasnya.

QS. Luqman (31):16. (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus

Wallahu a’lam.

5. sikabayan - 4 Juli 2007

euh… kabayan lihat2 di Al Qur’an teh…penghuni neraka dimulai dari minimal kafir hingga musyrik… yah diantaranyah termasuk munafik durhaka serta lain2nyah…
7:50-51
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab:
“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

6. Ibrahim - 5 Juli 2007

(7:51) merupakan definisi lain dari kafir, yaitu orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.
Sepertinya ‘warning’ bagi kita semua, bahkan bagi kita yang sudah beragama islam masih bisa dikategorikan kafir jika kita main-main dan senda gurau dengan agama islam kita ini.
Wah-wah..jadi saya dan kita semua:
1. mesti hati-hati dong walaupun sudah beragama islam,
2. jangan sampai tertipu dengan kehidupan dunia,
3. ingat selalu akan pertemuan dengan-Nya,
4. tidak mengingkari ayat-ayat-Nya,
5. jangan main-main dengan agama kita sendiri…

7. oki - 16 September 2008

ya saya juga bingung dengan hadits, padahal shahih…soalnya kalo ada hadits shahih ternyata maudlu/daif, bisa hancur seluruh tatanan hadits yang sudah diklasifikasi sedemikian rumit,misal satu hadits Bukhari saja dinyatakan palsu, maka SEMUA hadits riwayat Bukhari juga palsu. Makanya saya masi mengambang neh, pengen klarifikasi dengan Yusuf Qaradhawi, apakah ada penjelasan gamblangnya? pasti beliau juga tahu ayat2 diatas. cuma nanyanya kemana yah?

Koko Cah - 28 Januari 2014

mending di furqon kan dengan alquran sama ndak kalau ndak sama ya jangan di pakai apalagi di ajarkan ke umat lain,

One God - 17 Mei 2014

Standarnya adalah Al Quran, bukan hadits, juga bukan pendapat/tafsir

Pangkas saja pemahanan dengan penstandar/pembeda (Al Furqon)

8. jarsan - 28 Oktober 2008

Assalamu’alaikum wr wb.
saya ingini kasih pendapat boleh kan ya?
memang ayat-ayat didalam alqur’an sepanjang yg saya ketahui tidak ada yg mengatakan adanya penghuni neraka yg kemudian dikeluarkan dan dimasukkan dalam syurga. yg berbicara banyak tentang masalah ini adalah hadits rasulullah. sedangkan pada masalah penerimaan hadits ulama berbeda pendapat apakah ilmu yang dihasilkah oleh hadits ahad yg shahih memiliki konsekuensi sebagai ilmu yg qoth’i atau kah hanya zhoni(dugaan). dalam permasalahan ini(aqidah) saya lebih berpendapat bahwa hadits shahih yg berbicara tentang aqidah dapat dijadikan ilmu untuk keyakinan dengan syarat ada ada bukti dari alqur’an atau tidak mempunyai perselisihan secara diametral dengan ayat alqur’an(dan memang tidak mungkin hadits yg shohih bertentangan dengan alqur’an). tidak adanya ayat alqur’an tentang sesuatu bukan berasti bertentangan dengan ayat alqur’an. Hadits sendiri mempunyai beberapa fungsi, salah satunya sebagai penjelasan dari ayat alqur’an dimana alqur’an berbicara tentang suatu yang umum dan kemudian dijelaskan atau dikhususkan oleh hadits. Yang menjadi permasalahan adalah penerimaan terhadap hadits apakah shahih atau dho’if. Dalam permasalahan tentang diselamatkannya manusia yang mempunyai keimanan walaupun sebesar biji sawi dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga didalam hadits, setahu saya haditsnya shahih dan banyak bertebaran walaupun belum berderajat mutawatir. Hadits ini menurut saya harus dipahami sebagai rahmat AllahSWT kepada manusia yg mempunyai keimanan. dalam alqur’an surat Yusuf ayat 87 Allah berfirman ” Janganlah Kamu berputus asa dari rahmat Allah sesunggunya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang kafir”, ini merupakan satu dalil umum tentang rahmat Allah. Orang yang mengucapkan SYahadat merupakan satu bentuk amal yang sangat besar dihadapan Allah. buktinya adalah bahwa Allah tidak menerima amal seseorang yang tidak disertai keimanan. Sehingga seorang seperti teresia(orang mengenalnya sebagai bunda teresia) yang dikenal baik dan memiliki perbuatan baik yg banyak tidak diterima oleh Allah dengan arti akan masuk neraka. Saya sepakat bahwa kita tidak boleh bermain-main dalam beragama apalagi berharap masuk syurga tanpa beramal sholeh. Allah berkehendak untuk menyiksa seseorang atau pun tidak. Saya tidak memaksudkan seseorang yg hanya bersyahadat tanpa beramal bahkan bermaksiat akan langsung masuk syurga, tidak. bahkan mereka harus dibalas dengan neraka terlebih dahulu. Terkait dengan ayat tentang fir’aun yang beriman ketika nyawa sudah ditenggorokan atau mau mati tapi tidak diterima oleh Allah artinya tetap dimasukkan kedalam neraka saya berpendapat didalam ayat tersebut ada indikasi bahwa fir’aun mengucapkannya dengan masih ada kesombongan dalam dirinya karena fir’aun tidak mengatakan beriman kepada Allah (amana billah) tetapi dia mengatakan “amanna birobbi musa wa harun” aku beriman kepada tuhannya musa dan harun. Inilah pendapat saya semoga bermanfaat wassalam.

Koko Cah - 28 Januari 2014

al-quran tidak perlu di jelaskan dengan hadis kok, sebab ” alquran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk itu” al-baqoroh 185.kalau ada manusia masuk neraka dulu terus baru ke surga, berarti kehidupan disana tidak “ABADI”

9. nurahman ds - 21 Januari 2009

Dear all,
silahkan kunjungki tulisan saya mengenai syahadat di http://searchtheblink.blogspot.com/

semoga berkenan

10. haniifa - 17 Februari 2009

Assalamu ‘alaikum @Mas Ibrahim…

Apa khabar… ?!

Wassalam, Haniifa.

11. anang arif b - 26 Maret 2009

saya lupa Qur’an surat apa dan ayat berapa….. yang dineraka tidak bisa masuk surga KECUALI ada unta yang bisa masuk ke lubang jarum….. silahkan di artikan sendiri maknanya….

12. aa - 3 April 2010

Aslmkm p ustd

mungkin bs di koreksi lagi..mengenai Firaun itu memang baca syahadat tapi baru sampai lafad Lailla Ha mulutnya di sumpal pakai air / lumpur laut sehingga tidak bisa baca sampai tuntas…

Baca Laillahailalloh itu memang jaman nabi sblm dapat perintah solat itu benar wajib sorganya tapi setelah nabi isro miroj dan dpt perintah sholat kemurahan spt itu tdk berlaku…

Sorga adalah sesuatu nikmat yg abadi.sehingga kita jangan punya anggapan dengan leha leha di dunia tanpa ibadah bs masuk k surga…..

Hidup Wajib ibadah dengan tekun dan mempersungguh dengan menetapi peraturan2 yg telah di garis oleh ALLOH dan ROSUL tanpa ada tambahan ..karena ibadah itu harus MURNI tanpa tambahan serta royi dari manusia..

Wasalamualikum

13. nn - 21 Agustus 2010

Asalamualaikum
Boleh ikut coment… Menurut saya, semua umat islam (yang matinya dalam keadaan islam) insyaallah akan masuk sorga (setelah disiksa di neraka sesuai dosanya).. Hanya ada 3 gol yg tdk akan pernah merasakan sorga. Allah yaitu ; 1.Kafir (yg ingka kpd allah) termasuk golongan orang kafir adalah a. Orang beribadah dengan tdk mengikuti ilmu fiqh b.Orang tahu ilmu agAma tapi tdk dipake c.orang yng tdk mau belajar ilmu agama d.orang yg suka menghalangi orang lain berbuat baik dan suka mengajak maksiat 2.Musyrik (orang yg menyekutukan Allah)baik muyrik Qolby(percaya pada kekuatan lain selain allah;miss percaya dokter bisa sembuhkan penyakit tidak diyakini semua terjadi atas kehendak Allah ) Qouli (ucapan ; miss “kalo bukan karena si anu..mungkin aku tidak akan begini”) dan fi’liyi (perbuatan ; sesajen, menyembah berhala, cincin, keris dan yang lagi tren mendewakan teknology) 3.Munafik (sesuai hadist sahih cirinya ada tiga yaitu suka BOHONG, INGKAR JANJI dan KHIANAT terhadap Amanat)
Lalu masalahnya adalah ;
1.Apakah kita sanggup mati dalam keadaan muslim sebagaimana ayat “Walaa tamuutunna illa waantum muslimuun” karena sakaratul maut itu sangat sakit(katanya..) Dan saat itu datang, semua satan dan iblis akan berkumpul menggoda kita supaya kufur, syirik atau jadi munafiq.. Sedang dalam keadaan sehat saja masih gampang tergoda dengan harta, tahta dan wanita? Walloohualam
2. Apakah kita menjamin bahwa saat ini kita benar2 sebagai orang Muslim (dimata Allah) dan bukan golongan yg 3 (kufur, musyrik, munafiq)? Sdhkah ibadah kita sesuai dg yg diajarkan rasulullah, atau sdhkah ilmu kita diamalkan? Belajar agama sepanjang hayat? Atau pernahkah kita menghalangi kebajikan dan mengajak kefasikan? Atau masih adakah terlintas dihati, atau ucapan dan perbuatan kita yg syiriq(percaya kekuatan lain selain Allah miss; kakuatan batu PONARI)? Dan masihkah kita berbohong, ingkar janji dan menghianati amanah? Itulah yang harus kita renungkan dan kita taubati serta kita rubah kalau mau mencicipi sorga Allah.. Amin
Wassalaamualaikum

14. arief - 31 Desember 2010

astagfirullah,,,

15. gunadi - 29 Oktober 2011

Assalamualaikum…saya Kirim Artikel sbb:
Allah? Di manakah salah saya?
Allah swt itu Tunggal/satu/esa, tidak beranak dan diperanakkan.
Allah adalah kekal dan abadi, sudah ada sejak dulu (definisi dulu dalam dimensi waktu yg tidak pernah kita tahu, bahkan tidak dapat kita menalarnya dg akal), Allah ada hingga selama-lamanya (Allah kekal lagi maha sempurna).

Allah tidak perlu makhluk, Allah tidak butuh manusia dan Allah tidak bergantung kpd siapapun termasuk kepada doa-doa dan pujian seluruh makhluk.
Tanpa itu semua, Allah tetap hidup dan kekal, bahkan jauh mengalahkan arti hidup dan kekal itu sendiri menurut ilmu dan pengetahuan manusia.

Alam ini hanya ciptaan Allah swt semata, semua hanya permainan. Semua berjalan menurut kehendak-Nya, baik yg sudah ditentukan maupun yg belum ditentukan (terserah kehendak Allah), wallahualambishowab.

Surga, Neraka, Arsy, Kursi, Ruh, Qalam, Manusia, Malaikat, Jin, Bidadari, Hewan dan Tumbuhan, Takdir, Alam semesta: semua sudah diatur Allah sesuai dg tugas yg diberikan kpd mereka.

Ada Jin dan syetan yg suka mengganggu iman manusia untuk menemaninya masuk ke dalam neraka, ada malaikat yg selalu taat/patuh kpd Allah swt….semua itu sudah sunnahtullah. Bahkan iblis sekalipun yg sudah tahu bagaimana kekuasaan Allah, Iblis yg sudah pernah melihat dahsyatnya api neraka, Iblis yg sudah pernah merasakan surga… bahkan ia berani melawan Tuhannya- Allah swt- sehingga Allah berkehendak memberi waktu iblis utk mengganggu manusia hingga kiamat pada batas waktu yg sudah ditentukan. Apakah semua itu kehendak Allah? Jawabnya adalah iya.

Ketika manusia ditakdirkan untuk masuk neraka atau surga, bahkan si A harus ke surga, dan si B harus ke neraka, juga seorang menjadi muslim atau kafir selama hidupnya di dunia…. Semua itu Allah sudah mengetahuinya sebelum hal tsb terjadi.

Contoh takdir yg nyata, ketika kita lahir dari orang tua yg muslim maka secara otomatis kita mengikuti aqidah muslim sesuai keyakinan orang tua tsb, jika kita dilahirkan dari keluarga nasrani, yahudi atau majusi maka peluang kita akan lebih besar menjadi nasrani, yahudi, atau majusi, meski jika Allah berkendak lain maka takdir tsb dapat dg mudah berubah.

Ada alam lain sebelum kita lahir, yaitu alam ruh sebelum adanya jasad yg zohir. Dalam satu riwayat menyatakan bhw tiap2 ruh telah mempunyai kesepatakan kepada Allah utk taat dan beribadah, namun ketika di dunia, takdir bisa berkata lain. Itulah kehendak Allah terhadap takdir.

Kita manusia hanya diberi pengetahuan sedikit saja, jauh dari kesempurnaan.

Lalu mengapa kita bersusah payah hidup dan menjalani sesuatu yg sudah ditentukan hasil akhirnya?
Jawabnya: semua itu kehendak Allah, tugas kita hanya mengabdi dan menjalani hidup ini dg baik dan benar karena dunia ini hanya permainan belaka.

Bukan level kita sebagai manusia utk protes kepada sang pencipta dan bertanya mengapa ini terjadi? Mengapa tidak itu saja yg terjadi? Dst pertanyaan2 tanpa jawaban yg masuk akal. Karena kita hidup dan menjalani kehidupan dunia adalah kehendak Allah, terserah Allah, bukan keinginan atau kehendak kita.

Lalu bagaimana kita bisa tahu dan mengenal Allah? Allah itu ada di mana, di hati kita kah? Di langit? Di arsy? Atau dmn?

Yg pasti Allah itu satu, wujud dan esa. Allah tdk menempati ruang krn Allah berbeda dg makhluk-Nya. Dengan kesaksian dua kalimat syahadat telah memberikan kita keselamatan dunia akhirat.
Keberadaan Allah dapat kita temukan melalui segala rahmat-Nya kpd kita. Kita punya akal dan hati, seiring pertumbuhan fisik dan rohani menjadi dewasa maka setiap manusia akan belajar “bagaimana mengenal Allah”.

Banyak cara untuk mengenal Allah. Allah yg kita yakini sebagai pencipta, dan kita sebagai manusia hanya tunduk dan patuh.
Takdir juga yg menggerakkan hati dan akal untuk mengenal Allah, krn takdir itu tunduk kepada Allah.
Hingga kita bisa mengenal dan menjalankan amalan rukun iman dan rukun islam, tentunya kita bersyukur telah ditakdirkan menjadi seorang muslim.

Bahkan segala takdir yg berlaku pada dimensi dunia serta dimensi lainnya, apakah itu takdir atau ketentuan baik dan buruk, semua sudah diatur oleh Allah, dan Allah sudah mengetahuinya.
Bagi manusia seperti kita, kita wajib bersyukur dan terus beribadah semata-mata karena Allah, bukan karena surga dan neraka. Jika kita dimasukkan neraka sekalipun maka kita harus yakin bahwa kita hanya menjalankan takdir dan kehendak Allah swt, begitu pula sebaliknya, kita masuk surga bukan karena amal baik kita melainkan karena rahmat Allah swt.

Lalu apa yg kita ributkan di dunia? Harta dan kekayaan, istri dan anak, pangkat dan jabatan, semua hanya semu yg memiliki batas akhir.

Tidak penting akhirat itu kekal atau tidak, tidak menjadi beban pikiran kita bahwa surga dan neraka itu akan musnah atau tidak, yg terpenting bagi kita hanya Allah swt sebagai pencipta tunggal dan abadi yg wajib kita sembah.

Namun, hidup di dunia sudah ada penuntunnya, hidup di dunia ini memenuhi segala kaidah keteraturan, dan petunjuk tersebut terdapat pada Al-Quran.

Allah swt…
Zatnya maha suci, wujud, qidam, baqo, mukholafatu, lilhawaditsi, qiyamuhu, binafsihi, wahdaniyat, qudrat, iradat, ilmu…dst 99 sifat Allah…
Sulit dan mustahil tertandingi oleh sifat-sifat makhlukNya.

Suatu saat kita akan melihat wujud Allah swt seperti sejuknya melihat cahaya bulan (hadist rasulullah saw).

Apapun yg terjadi, Allah swt maha menepati janji, tidak akan ingkar sesuai dengan ketentuan yang sudah digariskanNya, sesuai dengan kalamullah Al-Quran.
Allah tidak tunduk dengan apapun juga, karena Dia adalah dzat yg esa yg berbeda dengan makhluk.

Al-Quran adalah petunjuk Allah kepada manusia sebagai pemimpin/khalifah/yg diberi mandat oleh Allah utk memimpin dunia dengan segala kesempurnaan sifat2 manusia dibanding makhluk yg lain.

Al-Quran adalah perkataan-perkataan Allah yg disampaikan kepada manusia melalui Jibril as kepada Muhammad saw utk menjadi petunjuk, pencerah, pegangan, dan tuntunan kepada seluruh manusia selama menjani hidup di dunia ini.

Manusia hanya bisa berfikir terhadap nikmat dan ciptaan Allah bagi kemaslahatan alam semesta, lalu bersyukur, karena sesungguhnya Al-Quran diturunkan bagi mereka yg berfikir..

Jangan pernah memikirkan wujud Allah swt – sang pencipta itu seperti apa, karena pasti kita tidak akan sanggup meski dengan akal sekalipun.

Kita hanyalah manusia yg rendah, hina, dan banyak dosa. Semoga rahmat Allah swt selalu ada kepada kita semua sebagai manusia yg banyak salah.

Subhanallah walhamdulillah lailahaillalah huwallahuakbar.
Allahumma sholliala muhammad waalaali muhammad.
Kebenaran hanya datang dari Allah, wallahualambishowab.

16. susanto - 20 Mei 2012

Untuk semuanya….Hadist-hadist tentang yang bersyahadat akan masuk syurga setelah mampir ke neraka, telah dibantah oleh Alloh dalam surah Al Baqoroh ayat 80 sd 82.
Kita selama ini beranggapan orang nasrani dan yahudi saja yang kafir, sementara banyuaaaaaak orang islam yang kufur, ….kita sering hafal batalnya wudhu namun ……sering lupa yang membatalkan syahadat,……banyak orang islam yang melanngar aturan Alloh, Rosul, dan ulil amri (pemerintah)…..

Koko Cah - 28 Januari 2014

betul mas, setuju,

MENURUT AL-QURAN ciri-ciri orang munafiq
– Ingkar janji, bersumpah atas nama alloh untuk meyakinkan
– Berlagak jadi orang penting, padahal sebenarnya musuh
– Mencegah orang lain infak kepada orang mukmin dan sedikit memahami hukum Alloh dalam Al-quran
– Sedikit mengingat Alloh, Sholat malas-malasan, Riya dan suka dipuji
– Suka membuat keonaran dan keributan
– Suka berbuat Kemungkaran dan mencegah yang makruf
– Kikir(pelit) bersedekah dan mencintai harta berlebihan
– Menjadikan orang kafir pimpinan (mengangkat pimpinan yang tidak mukmin)
– Dengki kebahagian orang lain
– Bersifat plin plan (plintat-plintut)
– Enggan berjihat pada hukum Alloh
– Mencari hukum kepada Thoqut, mengolok-olok Ayat-ayat Alloh

jika pribadi kita ada 1 tanda-tanda di atas segera pebaiki dan bertobat, karena di jamin kita tidak akan masuk surga,

One God - 17 Mei 2014

MEREKA MENGATAKAN PASTI MASUK SURGA, PADAHAL MEREKA TIDAK MENDAPATKAN JANJI DARI ALLAH

2:80 “Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”.

SESUNGGUHNYA PENGHUNI NERAKA KEKAL DIDALAMNYA SELAMANNYA

2:39 …mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

2:81 …mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

2:217 …mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

2:257 …Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

2:275 …penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

3:116 …mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

DAN MASIH BANYAK LAGI AYAT YANG MENJADI PETUNJUK TENTANG

17. susanto - 20 Mei 2012

tulisan nn patut kita renungkan……………………makanya hanya sedikit sekali orang yang bersyukur……..sedikit sekali orang yang mengambil pelajaran……apakah engkau tidak berfikir…….itulah kalimat Alloh dalam Al Qur’an

18. Mohd. Ikram - 2 Januari 2013

Bukan kah ada hadith bila nya sudah di tenggorokan, taubat sudah tidak diterima? Jadi masalah firaun termasuk dalam hal tersebut…

Koko Cah - 28 Januari 2014

lha itu fir’aun masih sadar dan nyawa jga tidak di tenggorokan tuh, ayat tidak bisa di bantah dengan hadist manapun

One God - 17 Mei 2014

Saya setuju, ayat tidak bisa di bantah dengan hadist manapun.

Al Quran adalah al furqon, pembeda, Standar Ilahiyah. Dengan al quran Allah memilah mana orang tunduk hanya kepada petunjuk-Nya atau kah masih tercampur dengan pendapat/tafsir, apalagi “perkiraan”

19. Mr.Nunusaku - 3 Desember 2013

Mengucapkan syahadat pasti anad bertemu Muhammad dineraka disana nabi cabul Muhammad dalam siksaan neraka…?

Lihat YOUTUBE MUHAMMAD SPEAKS FROM HELL.

KASIHAN NABI CABUL MUHAMMAD TERSIKASA DALAM NERAKA, DAN UMAT MUSLIM SUDAH DITENTUKAN MUHAMMAD AKAN MASUK NERAKA, LIHAT HADITS ?

IKUT ISLAM AKAI ANDA BERJALAN KENERAKA BERTEMU NABI PALSU MUHAMMAD BIN ABDULAH ?


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: