<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mengucapkan syahadat dijamin masuk surga. Benarkah?</title>
	<atom:link href="http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/</link>
	<description>A Blog from Ibrahim</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Dec 2009 23:41:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: anang arif b</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-51</link>
		<dc:creator>anang arif b</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 07:57:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-51</guid>
		<description>saya lupa Qur&#039;an surat apa dan ayat berapa..... yang dineraka tidak bisa masuk surga KECUALI  ada unta yang bisa masuk ke lubang jarum.....  silahkan di artikan sendiri maknanya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya lupa Qur&#8217;an surat apa dan ayat berapa&#8230;.. yang dineraka tidak bisa masuk surga KECUALI  ada unta yang bisa masuk ke lubang jarum&#8230;..  silahkan di artikan sendiri maknanya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: haniifa</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-48</link>
		<dc:creator>haniifa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 03:33:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-48</guid>
		<description>Assalamu &#039;alaikum @Mas Ibrahim...

Apa khabar... ?!

Wassalam, Haniifa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum @Mas Ibrahim&#8230;</p>
<p>Apa khabar&#8230; ?!</p>
<p>Wassalam, Haniifa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nurahman ds</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-47</link>
		<dc:creator>nurahman ds</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 06:23:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-47</guid>
		<description>Dear all,
silahkan kunjungki tulisan saya mengenai syahadat di http://searchtheblink.blogspot.com/

semoga berkenan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear all,<br />
silahkan kunjungki tulisan saya mengenai syahadat di <a href="http://searchtheblink.blogspot.com/" rel="nofollow">http://searchtheblink.blogspot.com/</a></p>
<p>semoga berkenan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jarsan</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-43</link>
		<dc:creator>jarsan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 23:58:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-43</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr wb.
saya ingini kasih pendapat boleh kan ya?
memang ayat-ayat didalam alqur&#039;an sepanjang yg saya ketahui tidak ada yg mengatakan adanya penghuni neraka yg kemudian dikeluarkan dan dimasukkan dalam syurga. yg berbicara banyak tentang masalah ini adalah hadits rasulullah. sedangkan pada masalah penerimaan hadits ulama berbeda pendapat apakah ilmu yang dihasilkah oleh hadits ahad yg shahih memiliki konsekuensi sebagai ilmu yg qoth&#039;i atau kah hanya zhoni(dugaan). dalam permasalahan ini(aqidah) saya lebih berpendapat bahwa hadits shahih yg berbicara tentang aqidah dapat dijadikan ilmu untuk keyakinan dengan syarat ada ada bukti dari alqur&#039;an atau tidak mempunyai perselisihan secara diametral dengan ayat alqur&#039;an(dan memang tidak mungkin hadits yg shohih bertentangan dengan alqur&#039;an). tidak adanya ayat alqur&#039;an tentang sesuatu bukan berasti bertentangan dengan ayat alqur&#039;an. Hadits sendiri mempunyai beberapa fungsi, salah satunya sebagai penjelasan dari ayat alqur&#039;an dimana alqur&#039;an berbicara tentang suatu yang umum dan kemudian dijelaskan atau dikhususkan oleh hadits. Yang menjadi permasalahan adalah penerimaan terhadap hadits apakah shahih atau dho&#039;if. Dalam permasalahan tentang diselamatkannya manusia yang mempunyai keimanan walaupun sebesar biji sawi dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga didalam hadits, setahu saya haditsnya shahih dan banyak bertebaran walaupun belum berderajat mutawatir. Hadits ini menurut saya harus dipahami sebagai rahmat AllahSWT kepada manusia yg mempunyai keimanan. dalam alqur&#039;an surat Yusuf ayat 87  Allah berfirman &quot; Janganlah Kamu berputus asa dari rahmat Allah sesunggunya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang kafir&quot;, ini merupakan satu dalil umum tentang rahmat Allah. Orang yang mengucapkan SYahadat merupakan satu bentuk amal yang sangat besar dihadapan Allah. buktinya adalah bahwa Allah tidak menerima amal seseorang yang tidak disertai keimanan. Sehingga seorang seperti teresia(orang mengenalnya sebagai bunda teresia) yang dikenal baik dan memiliki perbuatan baik yg banyak tidak diterima oleh Allah dengan arti akan masuk neraka. Saya sepakat bahwa kita tidak boleh bermain-main dalam beragama apalagi berharap masuk syurga tanpa beramal sholeh. Allah berkehendak untuk menyiksa seseorang atau pun tidak. Saya tidak memaksudkan seseorang yg hanya bersyahadat tanpa beramal bahkan bermaksiat akan langsung masuk syurga, tidak. bahkan mereka harus dibalas dengan neraka terlebih dahulu. Terkait dengan ayat tentang fir&#039;aun yang beriman ketika nyawa sudah ditenggorokan atau mau mati tapi tidak diterima oleh Allah artinya tetap dimasukkan kedalam neraka saya berpendapat didalam ayat tersebut ada indikasi bahwa fir&#039;aun mengucapkannya dengan masih ada kesombongan dalam dirinya karena fir&#039;aun tidak mengatakan beriman kepada Allah (amana billah) tetapi dia mengatakan &quot;amanna birobbi musa wa harun&quot; aku beriman kepada tuhannya musa dan harun. Inilah pendapat saya semoga bermanfaat wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb.<br />
saya ingini kasih pendapat boleh kan ya?<br />
memang ayat-ayat didalam alqur&#8217;an sepanjang yg saya ketahui tidak ada yg mengatakan adanya penghuni neraka yg kemudian dikeluarkan dan dimasukkan dalam syurga. yg berbicara banyak tentang masalah ini adalah hadits rasulullah. sedangkan pada masalah penerimaan hadits ulama berbeda pendapat apakah ilmu yang dihasilkah oleh hadits ahad yg shahih memiliki konsekuensi sebagai ilmu yg qoth&#8217;i atau kah hanya zhoni(dugaan). dalam permasalahan ini(aqidah) saya lebih berpendapat bahwa hadits shahih yg berbicara tentang aqidah dapat dijadikan ilmu untuk keyakinan dengan syarat ada ada bukti dari alqur&#8217;an atau tidak mempunyai perselisihan secara diametral dengan ayat alqur&#8217;an(dan memang tidak mungkin hadits yg shohih bertentangan dengan alqur&#8217;an). tidak adanya ayat alqur&#8217;an tentang sesuatu bukan berasti bertentangan dengan ayat alqur&#8217;an. Hadits sendiri mempunyai beberapa fungsi, salah satunya sebagai penjelasan dari ayat alqur&#8217;an dimana alqur&#8217;an berbicara tentang suatu yang umum dan kemudian dijelaskan atau dikhususkan oleh hadits. Yang menjadi permasalahan adalah penerimaan terhadap hadits apakah shahih atau dho&#8217;if. Dalam permasalahan tentang diselamatkannya manusia yang mempunyai keimanan walaupun sebesar biji sawi dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga didalam hadits, setahu saya haditsnya shahih dan banyak bertebaran walaupun belum berderajat mutawatir. Hadits ini menurut saya harus dipahami sebagai rahmat AllahSWT kepada manusia yg mempunyai keimanan. dalam alqur&#8217;an surat Yusuf ayat 87  Allah berfirman &#8221; Janganlah Kamu berputus asa dari rahmat Allah sesunggunya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang kafir&#8221;, ini merupakan satu dalil umum tentang rahmat Allah. Orang yang mengucapkan SYahadat merupakan satu bentuk amal yang sangat besar dihadapan Allah. buktinya adalah bahwa Allah tidak menerima amal seseorang yang tidak disertai keimanan. Sehingga seorang seperti teresia(orang mengenalnya sebagai bunda teresia) yang dikenal baik dan memiliki perbuatan baik yg banyak tidak diterima oleh Allah dengan arti akan masuk neraka. Saya sepakat bahwa kita tidak boleh bermain-main dalam beragama apalagi berharap masuk syurga tanpa beramal sholeh. Allah berkehendak untuk menyiksa seseorang atau pun tidak. Saya tidak memaksudkan seseorang yg hanya bersyahadat tanpa beramal bahkan bermaksiat akan langsung masuk syurga, tidak. bahkan mereka harus dibalas dengan neraka terlebih dahulu. Terkait dengan ayat tentang fir&#8217;aun yang beriman ketika nyawa sudah ditenggorokan atau mau mati tapi tidak diterima oleh Allah artinya tetap dimasukkan kedalam neraka saya berpendapat didalam ayat tersebut ada indikasi bahwa fir&#8217;aun mengucapkannya dengan masih ada kesombongan dalam dirinya karena fir&#8217;aun tidak mengatakan beriman kepada Allah (amana billah) tetapi dia mengatakan &#8220;amanna birobbi musa wa harun&#8221; aku beriman kepada tuhannya musa dan harun. Inilah pendapat saya semoga bermanfaat wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: oki</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-42</link>
		<dc:creator>oki</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:46:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-42</guid>
		<description>ya saya juga bingung dengan hadits, padahal shahih...soalnya kalo ada hadits shahih ternyata maudlu/daif, bisa hancur seluruh tatanan hadits yang sudah diklasifikasi sedemikian rumit,misal satu hadits Bukhari saja dinyatakan palsu, maka SEMUA hadits riwayat Bukhari juga palsu. Makanya saya masi mengambang neh, pengen klarifikasi dengan Yusuf Qaradhawi, apakah ada penjelasan gamblangnya? pasti beliau juga tahu ayat2 diatas. cuma nanyanya kemana yah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya saya juga bingung dengan hadits, padahal shahih&#8230;soalnya kalo ada hadits shahih ternyata maudlu/daif, bisa hancur seluruh tatanan hadits yang sudah diklasifikasi sedemikian rumit,misal satu hadits Bukhari saja dinyatakan palsu, maka SEMUA hadits riwayat Bukhari juga palsu. Makanya saya masi mengambang neh, pengen klarifikasi dengan Yusuf Qaradhawi, apakah ada penjelasan gamblangnya? pasti beliau juga tahu ayat2 diatas. cuma nanyanya kemana yah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ibrahim</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-14</link>
		<dc:creator>Ibrahim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 09:32:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-14</guid>
		<description>(7:51) merupakan definisi lain dari kafir, yaitu orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.
Sepertinya &#039;warning&#039; bagi kita semua, bahkan bagi kita yang sudah beragama islam masih bisa dikategorikan kafir jika kita main-main dan senda gurau dengan agama islam kita ini.
Wah-wah..jadi saya dan kita semua:
1. mesti hati-hati dong walaupun sudah beragama islam,
2. jangan sampai tertipu dengan kehidupan dunia,
3. ingat selalu akan pertemuan dengan-Nya,
4. tidak mengingkari ayat-ayat-Nya,
5. jangan main-main dengan agama kita sendiri...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>(7:51) merupakan definisi lain dari kafir, yaitu orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.<br />
Sepertinya &#8216;warning&#8217; bagi kita semua, bahkan bagi kita yang sudah beragama islam masih bisa dikategorikan kafir jika kita main-main dan senda gurau dengan agama islam kita ini.<br />
Wah-wah..jadi saya dan kita semua:<br />
1. mesti hati-hati dong walaupun sudah beragama islam,<br />
2. jangan sampai tertipu dengan kehidupan dunia,<br />
3. ingat selalu akan pertemuan dengan-Nya,<br />
4. tidak mengingkari ayat-ayat-Nya,<br />
5. jangan main-main dengan agama kita sendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sikabayan</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-11</link>
		<dc:creator>sikabayan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2007 13:40:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-11</guid>
		<description>euh... kabayan lihat2 di Al Qur&#039;an teh...penghuni neraka dimulai dari minimal kafir hingga musyrik... yah diantaranyah termasuk munafik durhaka serta lain2nyah...
7:50-51
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: &quot;Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu&quot;. Mereka (penghuni surga) menjawab: 
&quot;Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka&quot;. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>euh&#8230; kabayan lihat2 di Al Qur&#8217;an teh&#8230;penghuni neraka dimulai dari minimal kafir hingga musyrik&#8230; yah diantaranyah termasuk munafik durhaka serta lain2nyah&#8230;<br />
7:50-51<br />
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: &#8220;Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu&#8221;. Mereka (penghuni surga) menjawab:<br />
&#8220;Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka&#8221;. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ibrahim</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-10</link>
		<dc:creator>Ibrahim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2007 04:05:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-10</guid>
		<description>Nah..itu lagi..tidak ada dalil Al Qur&#039;an yang menyebutkan orang yang masuk neraka setelah disiksa (dibersihkan dosanya) kemudian akan dimasukan ke surga. Yang ada kalau sudah ke neraka maka akan neraka selama-selamanya, kalau sudah ke surga maka akan surga selama-selamanya.

Yang dihitung menurut Al Qur&#039;an sepertinya juga bukan berat imannya tapi kepada berat perbuatannya, yang walau seberat biji sawi maka Allah akan membalasnya.
&lt;blockquote&gt;QS. Luqman (31):16. (Luqman berkata): &quot;Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus&lt;/blockquote&gt;
Wallahu a&#039;lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nah..itu lagi..tidak ada dalil Al Qur&#8217;an yang menyebutkan orang yang masuk neraka setelah disiksa (dibersihkan dosanya) kemudian akan dimasukan ke surga. Yang ada kalau sudah ke neraka maka akan neraka selama-selamanya, kalau sudah ke surga maka akan surga selama-selamanya.</p>
<p>Yang dihitung menurut Al Qur&#8217;an sepertinya juga bukan berat imannya tapi kepada berat perbuatannya, yang walau seberat biji sawi maka Allah akan membalasnya.</p>
<blockquote><p>QS. Luqman (31):16. (Luqman berkata): &#8220;Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus</p></blockquote>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aricloud</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-8</link>
		<dc:creator>aricloud</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2007 00:18:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-8</guid>
		<description>Hmm..iya juga sih, tapi menurut saya meyakini keimanan dalam hati sudah termasuk pahala utama. Guru saya dulu pernah cerita bahwa orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya walaupun seberat biji sawi , selama dia tidak mati dalam keadaan Musryik insya Allah akan ke Syurga juga (pada akhirnya), pun demikian dosa-dosanya dibersihkan dulu di Neraka entah berapa lama (mungkin sangat lama). Tapi memang saya belum menemukan dalil Al Qur&#039;an yang meneybutkan demikian, namun ada beberapa hadits yang mendukung pendapat tersebut ( hmm..saya juga lupa haditsnya..walah).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm..iya juga sih, tapi menurut saya meyakini keimanan dalam hati sudah termasuk pahala utama. Guru saya dulu pernah cerita bahwa orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya walaupun seberat biji sawi , selama dia tidak mati dalam keadaan Musryik insya Allah akan ke Syurga juga (pada akhirnya), pun demikian dosa-dosanya dibersihkan dulu di Neraka entah berapa lama (mungkin sangat lama). Tapi memang saya belum menemukan dalil Al Qur&#8217;an yang meneybutkan demikian, namun ada beberapa hadits yang mendukung pendapat tersebut ( hmm..saya juga lupa haditsnya..walah).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ayahluqman</title>
		<link>http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-6</link>
		<dc:creator>ayahluqman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 10:09:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ayahluqman.wordpress.com/2007/06/22/mengucapkan-syahadat-dijamin-masuk-surga-benarkah/#comment-6</guid>
		<description>Ya..tapi apakah hanya dengan keimanannya (meyakini dalam hati) saja juga sudah cukup sebagai tiket ke surga tanpa sempat beramal dengan imannya? Karena kedua hal ini nampak tidak bisa terpisahkan, saling terkait erat, seperti harus menyatu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya..tapi apakah hanya dengan keimanannya (meyakini dalam hati) saja juga sudah cukup sebagai tiket ke surga tanpa sempat beramal dengan imannya? Karena kedua hal ini nampak tidak bisa terpisahkan, saling terkait erat, seperti harus menyatu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
