jump to navigation

Apakah tenggelamnya Kapal Titanic ada di dalam Al-Quran? 27 Juli 2009

Posted by Ibrahim in Al-Quran, Cerita, Titanic.
Tags: , , , , , ,
trackback

180px-Titanic-New_York_Herald_front_pageKejadian tenggelamnya kapal Titanic adalah sebuah catatan sejarah manusia yang akan terus melegenda. Hingga manusia juga melegendakannya dalam film Titanic. Kapal ini telah diklaim sebagai kapal yang tidak akan tenggelam. Akan tetapi ternyata sang pengatur alam semesta berkehendak lain hingga akhirnya menenggelamkan kapal ini beserta kesombongan manusia.

Apakah kejadian ini ada di dalam Al-Quran? mungkin ya, mungkin juga tidak.

Ada beberapa ayat yang sepertinya berhubungan dan menggambarkan kisah kapal Titanic ini.

Sebelumnya, cobalah Anda simak dulu cerita lengkap tentang Kapal RMS Titanic di wiki atau cerita Kapal RMS Titanic berbahasa Indonesia di wiki.

Pada halaman itu dikisahkan juga detik-detik kejadian pada saat kapal Titanic itu menabrak gunung es terapung yang akhirnya mengakibatkan kapal Titanic tenggelam.

Berikut saya kutip pada saat artikel ini ditulis dari wiki berbahasa Indonesia:

Pada pukul 23:40 waktu setempat ketika berlayar di selatan Grand Banks di Newfoundland, pengawas Fredrick Fleet dan Reginald Lee melihat bongkahan gunung es yang besar tepat di depan kapal. Fleet membunyikan loceng kapal sebanyak tiga kali dan menelepon dek pengawal memberitahu, “Gunung es, tepat di depan!” Opsir Pertama Murdoch langsung mengarahkan kemudi ke sisi kiri dan mengurangi kecepatan, kemudian mundurkan mesin kapal.

Perhatikan cetak tebal yaitu menit yang menunjukkan waktu kapal tepat pada saat pengawas melihat bongkahan gunung es terapung.

Maka pada menit-menit berikutnya:

Tabrakan ternyata tidak dapat terelakkan, dan gunung es terapung tersebut bergesekan dengan bagian lambung kanan kapal, dan merobek badan kapal di empat bagian pertama dan mematahkan paku baja di bagian bawah kapal yang tertutup permukaan air sepanjang sekitar 91 m (300 kaki). Pintu kedap air baru berhasil menutup rapat saat air sudah keburu memasuki lima bagian kedap air pertama, lebih satu bagian dari apa yang dapat ditahan Titanic agar tidak tenggelam. Berat lima bagian kedap air yang dimasuki air menarik kapal ke bawah melebihi ketinggian dinding kedap air, kemudian air memasuki bagian lain. Kapten Smith, merasakan guncangan hantaman itu, sesampainya ke dek pengawal dan memerintahkan berhenti sepenuhnya. Setelah pemeriksaan oleh pegawai kapten dan Thomas Andrews, sadar bahwa Titanic akan tenggelam, dan setelah tengah malam pada 15 April, perahu penyelamat untuk disiapkan dan panggilan darurat diberitahukan.

Pada menit-menit berikutnya itulah yaitu saat tertabraknya Kapal RMS Titanic dengan gunung es terapung hingga mengakibatkan kapal Titanic tenggelam dan kematian lebih dari 1500 orang. Hal inilah yang sepertinya digambarkan dalam Al-Quran:

QS. Yaasiin (36) : 41-44
41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,
42. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
43. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
44. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.

Kapal ini digambarkan penuh muatan mungkin seperti kapalnya Nabi Nuh A.S.
Untuk Kapal Titanic, Allah SWT ternyata berkehendak, “Kami tenggelamkan mereka”, maka tenggelamlah kapal Titanic beserta sebagian besar penumpangnya. Tetapi Allah juga berkehendak, “Kami selamatkan mereka”, sehingga ada juga penumpang yang selamat yaitu sebagian besar wanita dan anak-anak:

Hampir dua jam setelah Titanic tenggelam, RMS Carpathia tiba di tempat kejadian dan mengambil perahu penyelamat pertama. Dalam beberapa jam kemudian, mereka yang masih hidup diselamatkan. Di geladak Carpathia, doa khusyuk yang singkat untuk yang mereka yang terselamatkan dan untuk memperingati mereka yang tewas diadakan, dan pada pukul 08:50 AM, Carpathia menuju ke New York, dan sampai pada tanggal 18 April.

Allah memberikan kesenangan hidup kepada mereka yang diselamatkan sampai waktu kematian mereka yang ditentukan.

Untuk kita semua terutama untuk penulis diingatkan: Hanya dengan rahmat yang besar dari Allah lah kita bisa diselamatkan di darat, di udara maupun di lautan. Mintalah pertolongan dan perlindungan hanya kepada-Nya dalam setiap perjalanan hidup, jangan lalai dari pada-Nya, jangan sombong dan bertawakal lah hanya kepada Allah SWT.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Komentar»

1. aldjo - 27 Juli 2009

Assalamu alaikum
Salam kenal Mas. Mantap tulisannya.
Manusia membuat rencana, Allah SWT membuat keputusan. Manfaat dan madhorot hanya ada dalam genggaman Allah SWT. Makhluk tak dapat memberikan manfaat dan madhorot tanpa ijin dari Allah SWT. Wallahu a’lam

Ibrahim - 27 Juli 2009

Wa alaikum salam
Salam kenal juga.
Terima kasih telah mampir untuk komentar pertama di artikel ini.

2. kawanlama95 - 27 Juli 2009

aku pikir ini merupakan sebuah peringatan buat kita bagi yang mau berfikir. dan selalu ada pelajaran buat umat saat ini.salam kenal ya

Ibrahim - 28 Juli 2009

iya..ini adalah peringatan dan pelajaran bagi umat manusia…
salam

3. Ulla n Arhyf says - 10 September 2009

memang segala sesuatu yang akan terjadi pasti ternarasi dalam Al-Quran….kapal itu penuh dgn kemaksiatan shgg Allah swt menenggelamkannya…………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

4. gilang alfiyani - 27 Oktober 2009

perlu diingat bahwa diatas langit masih ada langit.maka dari itu jadi orang janganlah jumawa/sok jagoan.

Riska - 3 November 2009

Tapi Itu Memang udah takdir Deh kayaknya

5. Riska - 3 November 2009

Wah Sedih bgt ya Ceritanye Jadi pengen nangis ne…

6. Alya Noor Azizah - 8 November 2009

Sejak aq kls 3 SD, q fans beratnya Titanic, aq tau semuanya hpal nma2 org penting di Titanic, tpi aq g tau klo udh diramalkan di Al -Quran, tpi itu tergntung hti masing2 pembaca :D