jump to navigation

Matahari dan Bulan beredar. Bumi? 21 Juni 2007

Posted by Ibrahim in Al-Quran, Benda Langit, Sains.
Tags: , ,
trackback

Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an dengan jelas bahwa matahari dan bulan beredar pada garis edarnya. Kalau diperhatikan dengan lebih seksama lagi maka Allah juga telah menjelaskan bahwa bumi pun beredar pada garis edarnya.

QS. Fussilat (41):37. Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam dan siang, dan matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

Dengan ayat 41:37 Allah telah mensejajarkan malam dan siang dengan matahari dan bulan. Matahari dan bulan ada wujudnya secara fisik. Sedangkan malam dan siang? Kenapa disejajarkan dengan matahari dan bulan yang ada wujudnya? Malam dan siang terjadi dibumi yang kita ketahui sekarang karena rotasinya, jadi dengan disejajarkan seperti itu maka bisa dimaksudkan bahwa “malam dan siang” itu sebagai kata pengganti yang artinya merujuk kepada bumi.

QS. Al Anbiya (21):33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, dan matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Allah sekali lagi mensejajarkan malam dan siang, dengan matahari dan bulan. Bahkan dengan menggunakan kata “malam dan siang”, Allah tidak hanya merujuk kepada bumi saja tetapi juga dimaksudkan untuk merujuk kepada semua planet-planet dan benda-benda langit yang mengalami malam dan siang. Maka Allah telah menjelaskan dalam Al-Quran bahwa bumi, matahari dan bulan beredar pada garis edarnya masing-masing, sebagaimana telah dibuktikan oleh pengetahuan sekarang.

Dalam banyak ayat Al-Qur’an kata “malam” dan “siang” seringkali berada dalam satu ayat bersama kata “matahari” dan “bulan”. Maha Bijaksana Allah yang telah menggunakan kata-kata “malam dan siang” sebagai pengganti dari ‘bumi dan benda-benda langit yang mengalami pergantian malam dan siang’. Menjadikan maknanya jauh lebih luas, sehingga dapat diterima oleh umat terdahulu dan umat kemudian. Tidak hanya bumi, tapi planet-planet dan benda-benda langit lainnya yang mengalami malam dan siang. Sehingga Allah dalam Al-Quran benar-benar telah menjelaskan tentang peredaran benda-benda langit sejak 14 abad yang lalu jauh sebelum majunya pengetahuan tentang benda-benda langit sekarang ini.

Wallahu a’lam bishshowab

Komentar»

1. Perbedaan Waktu Rotasi Planet-Planet « Hingga Tak Ada Jarak, Ruang dan Waktu - 25 Juni 2007

[...] 25 Juni 2007 Posted by ayahluqman in . trackback Melanjutkan posting sebelumnya tentang Peredaran Bumi/Planet, Bulan & Matahari pada postingan ini Al-Qur’an juga telah berbicara tentang perbedaan waktu rotasi pada [...]

2. Matahari, Bulan & Bumi, yang mana mengelilingi yang mana sih? « Hingga Tak Ada Jarak, Ruang dan Waktu - 11 Juli 2007

[...] telah mencoba memahami dalam postingan sebelumnya bahwa kata-kata ‘malam’ dan ’siang’ bisa dimaksudkan sebagai kata pengganti …, dengan pertimbangan ‘malam’ dan ’siang’ secara umum kita ketahui terjadi [...]

3. Nur Daniatie Ishak - 23 Februari 2009

Subhanallah

4. ayuk - 16 Maret 2009

Allahu akbar, Allah benar2 maha besar…… dan maha bijak

5. DiN - 7 Agustus 2009

Perkataan bumi didalam Al-Quran ada lebih dari 434 iaitu ayatnya AL-ARDI ..dan tiada satu ayat yang saya ketemui Al-Ardi atau BUMI BEREDAR pada garis edarnya.. melainkan satu ayat. dan ayat ini bumi bergerak pada masa KIAMAT. Allah SWT menerangkan bahawa bumi itu

SURAH AN –NAHL 15 DAN 16

15. Dia mengadakan gunung-gunung diatas bumi, supaya jangan ia ber-gerak2 bersama kamu dan (menjadikan) sungai2 dan jalan-jalan, mudah2an kamu mendapat pertunjuk,

16. Dan lagi beberapa tanda; dan dengan bintang, mereka mendapat pertunjuk.

Penjelasan ayat ke-15;
Gunung-ganang diciptakan oleh Alllah SWT diatas bumi supaya jangan ia ber-gerak2 bersama kamu.
Tapi kamu mengikut kata orang bahawa bumi berputar dan menggelilingi, dalam erti kata lain kamu memberitahu bahawa bumi BERGERAK?
BERGERAK ke kiri, ke kanan?
Kata-kata Allah SWT perlu saya ikut atau kamu?

Masih ada lagi tak gunung ganang?

Penjelasan ayat ke-16;
Bintang itu kalau kamu perhatikan benar-benar bahawa ianya tidak bergerak..ianya saya lihat kekal ditempatnya.. Kalau bumi berputar pasti keadaan BINTANG akan berubah. Bintang itu salah satunya fungsinya penunjuk arah timur dan barat..di bahagian timur sentiasa ada satu bintang yang bersinar lebih jelas dari bintang-bintang yang lain,sehingga malam tadi saya perhatikan ia masih ada ditempatnya. Dan kerana itu saya tahu dimana timur dan dimana barat dan juga dimana arah kiblat..

dan dengarkan bersungguh-sungguh:

AL-HAQQAH ayat 14 dan 15;

14.dan bumi dan gunung-gunung diangkat, lalu kedunya sekali pecah (hancur),

15. Maka pada hari itu terjadilah kiamat,

Perkataan bumi dan gunung-gunung DIANGKAT;

DIANGKAT adalah mengambil dari satu tempat ke satu tempat;

sebagai contoh saya ambil wang (uang) dari poket saya.. dari dalam saya bawa keluar , bukankah itu berubah kedudukkan wang saya? dari dalam kini diluar keadaan wang itu..

Apabila bumi berubah kedudukkannya pada masa itulah KIAMAT sebagaimana Allah SWT menerangkan dalam surah;

AL-HAQQAH ayat 15;

15. Maka pada hari itu terjadilah kiamat,

Ya Allah ampunilah dosa lamaku dan dosa baruku, ampunilah dosa yang kusedar dan dosa yang tidak kusedar,dosa yang kusenggaja dan dosa yang tidak kusenggaja,dan ampunilah dosa besarku dan dosa kecilku

Amin..

Sayyid - 26 Oktober 2009

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pak DIN.
Mengenai surat Al-haqqah ayat 14-15 diatas:
dan tafsiran bapak,
AL-HAQQAH ayat 14 dan 15;

14.dan bumi dan gunung-gunung diangkat, lalu kedunya sekali pecah (hancur),

15. Maka pada hari itu terjadilah kiamat,

Perkataan bumi dan gunung-gunung DIANGKAT;

DIANGKAT adalah mengambil dari satu tempat ke satu tempat;

sebagai contoh saya ambil wang (uang) dari poket saya.. dari dalam saya bawa keluar , bukankah itu berubah kedudukkan wang saya? dari dalam kini diluar keadaan wang itu..

Apabila bumi berubah kedudukkannya pada masa itulah KIAMAT sebagaimana Allah SWT menerangkan dalam surah;

AL-HAQQAH ayat 15;

15. Maka pada hari itu terjadilah kiamat,

Jawab saya : di hari kiamat itu banyak gempa sehingga bumi diangkat dan begitu juga gunung-gunung, lihatlah zaman sekarang ini banyak gempa.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sayyid.

6. Ibrahim - 8 Agustus 2009

Saudara tidak akan menemukan ayat dalam Al-Quran yang secara terang-terangan menyatakan bahwa bumi bergerak, berotasi, beredar pada garis edarnya.

Tidak secara terang-terangan. Tapi…

Akan tetapi Al-Quran memiliki berbagai gaya bahasa yang sangat indah, tinggi, halus, elegan, manis, mengesankan, mempesona, memiliki makna yang dalam. Banyak ayat yang menggunakan gaya bahasa/majas, metafora, perumpamaan/penyerupaan, penyetaraan, sindiran, kiasan, penegasan dll. Anak Sekolah Dasar/Elementary School pun telah diajarkan berbagai gaya bahasa yang dikenal manusia. Apalagi Allah SWT Sang Pencipta Kalam.

“Pars pro toto” kita kenal sebagai gaya bahasa dengan menyebutkan sebagian unsur untuk maksud keseluruhan. Misalnya: Kemana ‘batang hidung’ Upik dari tadi tidak kelihatan?

Dalam artikel ini saya yakin bahwa Allah SWT menggunakan kata dengan gaya bahasa itu untuk menggantikan kata bumi. Jadi dengan menyebutkan unsur “malam” dan “siang” maka Allah SWT bermaksud menyebut bumi/planet. Juga banyak ayat Al-Quran yang menyandingkan kata “malam” dan “siang” dengan kata “matahari” dan “bulan” dalam satu ayat, hal ini juga menyiratkan memang ada kesejajaran secara wujud/materi.

Anda tentu meyakini bahwa Bulan beredar pada garis edarnya yaitu mengikuti bumi, beredar mengelilingi bumi, 1 bulan hijriyah sama artinya 1 kali bulan mengelilingi bumi. Sehingga setelah mengalami phase/manzilah-manzilah mengeliling bumi, bulan akan terlihat kembali pada bentuk awalnya, kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

Bila bumi tidak berputar maka Saudara akan melihat bulan terus menerus pada siang dan malam selama setengah bulan, kemudian setengah bulan yang lain Saudara tidak akan melihat bulan terus menerus pada siang maupun malam karena bulan sedang berada/menghadap pada sisi bumi yang lain. Akan tetapi pada kenyataannya mengapa bulan selalu terbit dan terbenam setiap hari, sehingga kita dapat melihat bulan setiap hari, padahal bulan hanya berputar mengelilingi bumi 1 kali setiap 1 bulan? Pikirkanlah.

QS. Yaasiin (36): 39-40
39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

QS. Az-Zumar:
5. Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

Semoga kita selalu di beri petunjuk dan hidayah dari Allah SWT. Amiin.

7. DiN - 8 Agustus 2009

Salam kenal dari saya yang berketurunan Indonesia..yang cuma dilahirkan di Malaysia..

Terus pada persoalannya..

“yang telah menggunakan kata-kata “malam dan siang” sebagai pengganti dari ‘bumi’ ”

Malam dan siang adalah dua mahluk ciptaan Allah SWT..
Dan ia tidak dapat disatukan melainkan dengan izin Allah SWT.

Jika ‘malam’ itu BUMI dan ‘siang’ itu BUMI..

40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

cuba kamu tukarkan perkataan malam dan siang pada ayat diatas menggunakkan perkataan BUMI.

dan amatinya sedalam dalamnya..

“BUMIPUN tidak dapat mendahului BUMI..

sudah jadi DUA “BUMI” tentu manusia akan heran kalau dikatakan BUMI tidak dapat mengejar BUMI.Sedangkan semua orang tahu BUMI itu satu.

pernah dengarkah saudara Allah SWT menjadikan malam untuk berehat dan siang untuk kamu mencari kurniaanNya..

QS. Az-Zumar:
5. Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

cubalah tukar malam dam siang kepada BUMI pada ayat diatas..
lalu kamu baca.. lihat apa jadinya..

Sekali lagi kamu membantahnya.. Ayat lima di atas di sebut matahari,bulan,siang dan malam “masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan”

JIKA bumi berputar mengapa perlu malam dan siang berjalan? mengapa perlu buat kerja dua kali!

8. Ibrahim - 10 Agustus 2009

Salam kenal juga, saya orang Indonesia, tinggal di Banjarmasin, Borneo.

Kemana batang hidung, daun telinga dan kepala botaknya, dasar si ipin tukang telat!

Apa yang Saudara tangkap/pahami dari kalimat tersebut? Apakah Saudara memahaminya bahwa ada 4 orang ipin?

Maka tidak akan dapat mengambil manfaat yang besar bagi mereka yang tidak mengerti/tidak paham dengan apa yang di maksud oleh Pembicara. Apa manfaatnya gaya bahasa yang indah, mengesankan dan bijak bila yang diajak bicara tidak paham/tidak mengerti juga. Apakah terlalu sulit untuk dipahami?

Perlu Saudara teliti lagi artikel ini, bahwa asumsi malam dan siang yang maksudnya adalah bumi/planet bila kata malam dan siang itu khususnya berdekatan dengan kata matahari dan bulan, dalam satu ayat atau ayat yang berdekatan/bergandengan. Tapi juga tidak salah bila dikatakan di bumi untuk bekerja dan di bumi untuk beristirahat, toh kita secara umum bekerja dan beristirahat di bumi ini.

Berapa lama waktu perjalanan bumi untuk beredar mengelilingi matahari sekali putaran? Bumi berjalan menurut waktu yang ditentukan.

Tetapi..sudahkah Saudara menemukan jawaban: Mengapa bulan terbit dan terbenam setiap hari padahal bulan hanya 1 kali mengelilingi bumi setiap 1 bulan lamanya?

Saudara hanya perlu memikirkannya lagi, atau silahkan buktikan sendiri dengan ilmu pengetahuan, bila Saudara telah menemukan bukti yang nyata kemukakanlah pada seisi dunia, bila semua orang mengikuti teori Saudara dengan bukti yang nyata dengan ilmu pengetahuan dan seisi dunia mengikuti teori Saudara bahwa matahari mengelilingi bumi, maka Insya Allah saya pun akan mengikuti teori Saudara.

Tidak perlu ragu, malu, (maaf) sombong menerima kebenaran karena pemahaman ini (bumi mengelilingi matahari) juga berdasar dari Al-Quran dan tidak bertentangan dengan kenyataan dan bukti yang nyata dari ilmu pengetahuan, justru seharusnya bertambahlah keimanan kita karena kebenaran Al-Quran tidak dapat dibantah oleh Ilmu Pengetahuan.

Wassalam.

9. DiN - 11 Agustus 2009

“Berapa lama waktu perjalanan bumi untuk beredar mengelilingi matahari sekali putaran? Bumi berjalan menurut waktu yang ditentukan.”

Saya menafikan bumi mengelilingi matahari.

Ahli sains mendakwa selama 365.2422 hari padahal Nabi Muhammad SAW mengatakan setahun itu 12 bulan,dan bulan itu adakalanya 29-30 hari. Jika di hitung Tahun Hijriah 1429H ada 354hari.

Siapakah yang ikut Rasullah saw?. Adakah Ahli sains(NASA) ikut atau menafikannya Rasullulah saw?

Bulan itu penuh 29 dan 30 hari saja,tidak lebih dan tidak kurang sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
Dari Ibnu ‘Umar r.a., katanya Rasulullah saw bersabda : “Kita umat yang ummi; tidak pandai menulis dan berhitung. Sebulan adalah sebegini, sebegini dan sebegini.- Beliau menekuk sebuah jempolnya kali yang ketiga-. Dan sebulan adalah sebegini, sebegini,sebegini. Yakni cukup tiga puluh hari.”
Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim, hadis ke-1043.

Dari ‘Aisyah r.a., katanya: “Tatkala telah lewat dua puluh sembilan malam, yang aku menghitungnya sendiri, Rasulullah saw. mulai masuk ke rumahku. Kerana itu aku berkata kepada beliau, “Ya, Rasullulah! Bukankah anda telah bersumpah tidak akan masuk ke rumah kami selama sebulan? Menurut hitungku, sekarang baru dua puluh sembilan hari.” Jawab Nabi saw.,”Sesungguhnya sebulan itu adakalanya dua puluh sembilan hari.”
Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim, hadis ke-1047.

Tetapi..sudahkah Saudara menemukan jawaban: Mengapa bulan terbit dan terbenam setiap hari padahal bulan hanya 1 kali mengelilingi bumi setiap 1 bulan lamanya?

1 hari 24jam
7 hari 168jam

matahari terbit ditimur dan terbenam di barat mengambil masa hampir 12jam. Anggaran kelajuan 1saat 37KM/saat..
Benarkah ia bergitu laju bergitu? Jika kamu lihat kapal terbang seperti Boeing747 di udara nampak seakan-akan perlahan walaupun sekitar 25 ribu kaki tapi ianya sebenarnya laju Boieng747 boleh terbang pada kelajuan yang tinggi (Umumnya 0.85 Mach atau 565 mph atau 99 km/h) 1 saat bersamaan 0.606KM. hampir 1 kali ganda lebih laju dari kenderaan F1.

dan bulan yang berada jauh dari bumi sebanyak 384,400 kilometer dan untuk ia mengelilinggi bumi dengan anggaran kelajuan 1 saat 0.593KM.

Saya lihat bulan itu berubah setiap saat.

Bagaimana kamu boleh mengatakan “Mengapa bulan terbit dan terbenam setiap hari padahal bulan hanya 1 kali mengelilingi bumi setiap 1 bulan lamanya?

dari dulu hingga sekarang dan InsyaAllah akan datang bulan itu berulang-ulang kali mengelilingi bumi.

Bagaimana kamu boleh mengatakan “padahal bulan hanya 1 kali mengelilingi bumi setiap 1 bulan lamanya? Sedangkan kedudukkan bulan sentiasa berubah.
Jika diamati 1 kali dalam sebulan/168jam
mesti pergerakkan bulan itu untuk berubah dari satu tempat mengambil masa yang lama sebagai contoh dari timur ke barat selama 84jam.

Soalan kamu sudah saya jawab, soalan saya mengenai bagaimana SATELIT boleh turut serta mengelilingi bumi?

10. Ibrahim - 11 Agustus 2009

Satelit mengeliling bumi… itulah gunanya mempelajari bulan yang mengelilingi bumi, mempelajari bumi yang berputar pada sumbu/porosnya, mempelajari gaya gravitasi/gaya tarik inti massa, gaya sentripetal, gaya gerak semu, gaya sentrifugal, efek coriolis ataupun gaya/efek lain apabila masih ada…sehingga scientist dapat membuat satelit yang mengelilingi bumi… Demikian pula komputer yang Saudara gunakan.. adalah hasil kerja scientist!

Apakah Saudara tidak mengerti dengan apa yang ditanyakan dan tidak mengerti jawabannya ataukah Saudara orang bodoh (tidak mau mengerti)?

1 bulan adalah masa 1 kali bulan mengelilingi bumi, dalam masa itu, bulan mengalami phase/manzilah-manzilah, bentuk bulan yang terlihat berubah-ubah itu akibat bayangan bumi dari sinar matahari yang mengenai bulan, apabila sebagian bayangan bumi mengenai bulan, maka jadilah bulan berbentuk sabit atau setengah, apabila seluruh bayangan bumi menutupi bulan sehingga bulan tidak terlihat maka itulah akhir bulan/bulan mati, bila bayangan bumi tidak mengenai sedikitpun terhadap bulan, maka itulah bulan purnama.

Periode satu kali bulan mengelilingi bumi disebut satu bulan atau bulan mengelilingi bumi selama 27,3 hari (periode orbit) atau 29,5 hari (periode synodic). Lebih lengkapnya lihat di Moon

‘dan bulan yang berada jauh dari bumi sebanyak 384,400 kilometer dan untuk ia mengelilinggi bumi dengan anggaran kelajuan 1 saat 0.593KM’
entah dari sumber mana kelajuan bulan 1 saat adalah 0.593KM?
Average orbital speed di wiki adalah 1.022 km/s

Kalau kita hitung sederhana begini:
keliling lingkaran orbit bulan mengelilingi bumi = 2pi x jarak bumi ke bulan
= 2 x 3,14 x 384.400 km
= 2.414.032 km

maka

periode bulan mengelilingi bumi (hari) = keliling / (kecepatan orbit/detik) / 60 detik / 60 menit / 24 jam sehari
= 2.414.032 km / 1,022 km/s / 60 detik / 60 menit / 24 jam sehari
= 27,33 hari

Jadi bulan mengorbit mengelilingi bumi untuk satu kali keliling lamanya adalah 27,3 hari

‘Jika diamati 1 kali dalam sebulan/168jam’?
Dari mana pula Saudara peroleh masa pergerakan bulan dari timur ke barat selama 84 jam?
makin lama Saudara makin ‘ngawur’

Cobalah perhatikan Moonrise, Moonset wilayah Kalimantan, Indonesia atau Moonrise, Moonset wilayah Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam tabel link diwilayah tersebut bahwa selisih waktu moonrise dan moonset hanya berkisar antara 12 – 13 jam setiap harinya. Maka perhatikanlah sendiri bulan itu pada setiap hari dari rumah Saudara!

Jadi, bagaimana mungkin bulan itu yang satu kali berkeliling bumi memerlukan waktu 27,3 hari, sedangkan setiap harinya bulan itu terbit selama 12-13 jam kemudian terbenam 12-13 jam, seolah-olah bulan itu mengelilingi bumi setiap hari, kenapa? karena apa?

Bila Saudara memang (maaf) bodoh(tidak mau mengerti) maka kali ini saya bantu menjawabnya… jawabannya singkat saja yaitu… karena bumi itu berputar! Mudah kan!

11. DiN - 12 Agustus 2009

MENUNTUT ILMU

1.Keutamaan Ilmu

Jika aku melihat ahli hadith,terbayang olehku sahabat-sahabat Rasullullah s.a.w.Semoga Allah memberikan ganjaran yang setimpal dengan kebaikan mereka,sebab mereka telah menyelamatkan sesuatu yang asli.Selain itu mereka memilikki kelebihan atas kita.

Semua ilmu,kecuali Al-Quran ,hadith dan fiqih, menyibukkan orang.Ilmu yang benar adalah yang jelas rawinya.Sebab,kalau tidak,ilmu itu datang dari syaitan.

Kurendahkan diriku untuk manusia,dan kumuliakan diri mereka.Diri yang tak direndahkan tidak akan mulia.

2.Insan Pengabdi Ilmu

Ilmu itu memiliki keutamaan. Keutamaan ialah membuat semua orang mengabdi kepadanya. Memelihara ilmu itu wajib, sebagaimana wajibnya seorang manusia menjaga harkat dan darahnya. Barangsiapa mempunyai ilmu, kemudian ia mewariskan ilmunya kepada orang yang tak berhak menerimanya, maka zalimlah perbuatan itu.

3.Ilmu Pembawa Kemuliaan

Aku melihat bahawa pemilik ilmu itu akan mulia , meskipun ia dilahirkan di tengah keluarga yang buta huruf.Ilmu selalu dapat mengangkat darjat pemiliknya, sehingga semua orang mulia menghormatinya.Mereka akan mematuhi kata-kata sang pemilik ilmu,ibarat pegembala yang menjadi raja bagi pengembalanya. Setiap orang tak akan merasakan kebahagiaan tanpa ilmu, dan tanpa ilmu tak akan dikenali halal haram.

4.Cara Memperolehi Ilmu

Tak akan kamu dapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, yang akan kusebutkan berikut ini: kecerdasan, semangat keras,rajin dan agresif, ada biaya yang cukup,bersahabat dengan guru dalam waktu lama.

5.Kesungguhan

Manakala engkau mendengar cerita tentang tongkat milik datuk menjadi pohon dan berbuah janganlah percaya.

Manakala engkau mendengar seorang nenek tewas ketika hendak minum kemudian tenggelam di tengah sungai,buktikanlah!

Jika kejayaan dapat dicapai melalui angan-angan, maka engkau akan temukan aku bergantung ditengah taburan bintang yang gemerlapan.

Tapi ingatlah! Orang yang diberi darjat mulia kerana ilmunya tak mungkin diberi harta yang melimpah, kerana ilmu dan harta tak mungkin jalan bersama.

Sudah menjadi suratan bahawa orang yang akan dinaikkan darjatnya, pastilah diuji dengan kemelaratan.Buktinya banyak orang pandai yang hidupnya melarat dan banyak orang bodoh yang hidupnya serba cukup.

Orang yang diberi rezeki dengan mudah,pahalanya sedikit,tidak terpuji. dan tidak mendapatkan taufik.

Kesungguhan itu dapat memecahkan persoalan yang berat sekalipun, bahkan dapat membuka setiap pintu yang terkunci.

6.Menuntut Ilmu

Keterjagaanku di tengah malam untuk menekuni ilmu, lebih nikmat bagiku berbanding lagu merdu dan bau wangian.

Goresan penaku di tengah lebaran kertas,terasa lebih indah dibanding khayalan.

Bergelut dengan masalah keilmuan lebih mengasyikkanku dibanding mendengar nyanyian seoran gadis.

Aku terjaga setiap malam untuk berlajar, pada saat orang-orang lelap tidur.

7.Berlajarlah

Belajarlah! Tak ada bayi yang bergitu lahir lansung menjadi ilmuan,dan tak sama diantara ilmuan dan orang bodoh. Sebesar apapun sesebuah negara,ia akan bernilai kecil jika penduduknya tak berilmu,apabila dibandingkan negara kecil yang banyak penduduknya berilmu.. Sekecil apapun negara, akan lebih kuat bila penduduknya berilmu.Sesungguhnya negara itu besar jika dibandingkan dengan umumnya negara-negara lain.

8.Ilmu Itu Datang Dalam keheningan

Hikmah tidak dapat dicapai oleh orang yang selama hidupnya sibuk dengan urusan keluarga. Ilmu tak akan diperolehi, kecuali oleh orang yang hidupnya tenang, Luqman al-Hakim diberi keutamaan Allah kerana dia sudah diuji hidupnya dengan kemiskinan di tengah keluarga yang hartanya melimpah.

9.Ilmu Berada Di Dalam Dada.

Ilmuku sentiasa bersamaku. Ia sangat bermanfaat bagiku bila ku amalkan.Hatiku adalah benjana penampung ilmu dan bukan perut yang menampungnya.

Ketika aku berada di rumah,ilmuku tinggal di sana.Dan ketika aku pergi ke pasar,ilmuku selalu mengikutiku ke mana pun aku pergi.

10.Sinar Ilmu Memancar Ketika Maksiat Ditinggal

Aku menhadapi kesulitan menghafal, dan aku mendengar Imam Syafie mengatakan agar menghindari maksiat,Dia mengatakan bahwa ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang banyak melakukan maksiat.

11.Ladang Kebanggaan Manusia

Ilmu itu ladangnya kebanggaan, maka berbanggalah kamu dengan ilmu.Dan jangan sampai terlewatkan olehmu memiliki ladang kebanggaan itu.

Ketahuilah, ilmu tak akan dapat diraih oleh orang-orang yang perhatiannya hanya pada makanan dan pakaian.Ilmu akan lebih senang bersahabat dengan orang-orang yang hidupnya sederhana.

Ambilah ilmu sebanyak-banyaknya! Meskipun harus banyak berkorban dan menderita. Kerana, pada suatu hari kelak, bila engkau yang memimpinnya, maka engkau akan menjadi kebanggaan majlis itu.

12.Hiasan Manusia Adalah Ilmu dan Taqwa

Terimalah cacian gurumu dengan hati yang lapang dan penuh kesabaran, kerana ilmu gurumu hanya akan dapat engkau terima dengan menyerah dirimu sepenuhnya kepadanya.

Barang siapa yang tak pernah merasakan pahit getirnya menuntut ilmu, meskipun sedikit , tentulah ia akan terjerumus ke dalam kebodohan seumur hidupnya.

Barang siapa tak memanfaatkan masa mudanya untuk menuntut ilmu, maka bertakbirlah empat kali untuknya sebagai tanda kematian.

Pemuda sejati di depan Allah adalah pemuda yang berbekalkan ilmu dan taqwa.Jika dua bekal itu tak dimiliki oleh seorang pemuda, maka ia bukanlah pemuda sejati.

12. hm - 30 November 2009

Perhatikan;
QS. Fussilat (41):37. Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam dan siang, dan matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

QS. Al Anbiya (21):33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, dan matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

QS. Yaasiin (36): 39-40
39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

QS. Az-Zumar:
5. Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

Konteks beredarnya matahari adalah dalam konteks terjadinya siang dan malam, anda yakin dalam konteks siang dan malam matahari beredar?

13. hm - 30 November 2009

Benar matahari beredar tapi tidak dalam konteks siang dan malam, untuk lebih jelasnya mari kita analisa yasin ayat 40;
‘Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.’
1. Matahari tidak mungkin mendapatkan bulan karena matahari dan bulan punya orbit masing masing
2. Malam (keadaan matahari tidak nampak) tidak akan mendahului siang (keadaan matahari nampak)

Jelas disini malam dan siang terjadi karena beredarnya matahari pada orbitnya.

Anda yakin itu benar?

14. hm - 30 November 2009

Benar matahari beredar tapi tidak dalam konteks siang dan malam, untuk lebih jelasnya mari kita analisa yasin ayat 40;

‘Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.’

1. Matahari tidak mungkin mendapatkan bulan karena matahari dan bulan punya orbit masing masing
2. Malam tidak akan mendahului siang, karena siang dan malam punya waktunya masing2 berdasarkan lamanya waktu matahari nampak atau lamanya waktu edar matahari dari pagi sampai sore
———————————————————-
Malam; keadaan matahari tidak nampak sedangkan bulan biasanya nampak

Siang; keadaan matahari nampak
———————————————————-

Jelas disini malam dan siang terjadi karena beredarnya matahari dan bulan pada orbitnya.

Anda yakin itu benar?

15. hm - 30 November 2009

Dan quran tidak pernah mengatakan siang dan malam diakibatkan oleh rotasi bumi.

16. Ibrahim - 1 Desember 2009

hm mengatakan:
“Matahari tidak mungkin mendapatkan bulan karena matahari dan bulan punya orbit masing masing.”

Bulan jelas mengelilingi bumi, matahari tidak mungkin mendapatkan bulan, karena matahari tidak mengelilingi bumi, matahari tidak seperti bulan yang mengelilingi bumi makanya matahari tidak mungkin mendapatkan bulan. matahari dan bulan punya orbit masing-masing itu betul.

hm mengatakan:
“Jelas disini malam dan siang terjadi karena beredarnya matahari dan bulan pada orbitnya.”

hm, tolong jelaskan bagaimanakah peredaran matahari itu sehingga dapat menyebabkan malam dan siang di bumi? apakah orbit matahari mengelilingi bumi? bagaimana pula orbit matahari terhadap planet-planet lainnya? apakah matahari juga mengelilingi masing-masing planet-planet karena setiap planet itu juga mengalami malam dan siang lho? lalu bagaimanakah jadinya orbit matahari itu?

dan Al-Quran tidak pula mengatakan bahwa matahari beredar mengelilingi bumi.

Tugas manusialah untuk mempelajari dan memperhatikan alam semesta yang juga merupakan ayatNya, dan hanya orang yang berakal yang dapat mengambil pelajaran.

Wallahualam.

17. hm - 1 Desember 2009

Yasin 40;
‘Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.’

Perhatikan;

‘Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang.

Kita urai menjadi 2 kalimat;

1.Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan

2. Malampun tidak dapat mendahului siang

Kalimat 1 dan kalimat 2 dihubungkan oleh kata ‘dan’, artinya kedua kalimat tersebut berhubungan atau kalimat 1 dan kalimat 2 bukanlah kalimat yg berdiri sendiri sendiri. Nah apa hubungannya? hubungannya adalah kalimat 2 adalah kalimat yg memperkuat kalimat 1. Jadi dapat kita ambil kesimpulan kalimat 1 dan kalimat 2 berada dalam konteks yg sama.

contoh lain;

Dengan asumsi seseorang tidak lulus disebabkan oleh tidak belajar dengan baik atau ketika seseorang tidak belajar dengan baik maka dia akan mengalami ketidak lulusan.

kalimat 1: Saya tidak belajar dengan baik

kalimat 2 : Saya tidak lulus

Saya tidak belajar dengan baik dan saya tidak lulus

Konteks kalimat 1 dan kalimat 2 adalah konteks pendidikan

Kembali ke ayat tersebut, jadi kesimpulannya ayat tersebut menjelaskan beredarnya matahari dalam konteks siang dan malam bukan dalam konteks galaksi. Kita tahu matahari memang beredar, tapi dalam konteks galaksi, sedangkan quran tidak memberikan penjelasan mengenai itu.

Saya tidak berpendapat kalau siang dan malam disebabkan oleh beredarnya matahari mengelilingi bumi, saya hanya menjelaskan maksud ayat tersebut, terimakasih.

18. Ibrahim - 2 Desember 2009

hm mengatakan:
“kalimat 1: Saya tidak belajar dengan baik
kalimat 2 : Saya tidak lulus
Saya tidak belajar dengan baik dan saya tidak lulus
Konteks kalimat 1 dan kalimat 2 adalah konteks pendidikan”

Tidak ada kata ‘pendidikan’ dalam kedua kalimat itu, tetapi karena kata-kata yang digunakan seperti ‘belajar’ dan ‘tidak lulus’ berhubungan dengan atau bagian dari pendidikan maka hm mengatakan bahwa konteksnya ‘pendidikan’.

Kembali ke ayat, hm menguraikan:
“1.Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan
2. Malampun tidak dapat mendahului siang”

hm menyatakan bahwa konteksnya ‘siang dan malam’ padahal kata ‘siang’ dan ‘malam’ sudah terdapat dalam kalimat tersebut.

Justru menurut saya konteksnya adalah ‘galaksi’, karena seperti contoh hm diatas dimana kata ‘pendidikan’ tidak ada dalam kalimat, maka kata ‘galaksi’ juga tidak terdapat dalam ayat tersebut, tetapi kata-kata yang digunakan seperti matahari, bulan, malam dan siang (yang terjadi di bumi) jelas sekali berhubungan dengan atau bagian dari galaksi.

Demikianlah maksud ayat tersebut, Terima kasih.

19. hm - 2 Desember 2009

“kalimat 1: Saya tidak belajar dengan baik
kalimat 2 : Saya tidak lulus
Saya tidak belajar dengan baik dan saya tidak lulus
Konteks kalimat 1 dan kalimat 2 adalah konteks pendidikan”

Saya juga tidak harus mengatakan konteksnya pendidikan saja, saya dapat juga mengatakan konteksnya adalah; hubungan tidak belajar dengan baik dengan kelulusan.

Ibrahim mengatakan;
Justru menurut saya konteksnya adalah ‘galaksi’, karena seperti contoh hm diatas dimana kata ‘pendidikan’ tidak ada dalam kalimat, maka kata ‘galaksi’ juga tidak terdapat dalam ayat tersebut, tetapi kata-kata yang digunakan seperti matahari, bulan, malam dan siang (yang terjadi di bumi) jelas sekali berhubungan dengan atau bagian dari galaksi.

Tapi sayangnya quran tidak boleh menurut anda bukan, dapat anda jelaskan ayat yg mana dalam quran yg menjelaskan tentang galaksi dan matahari mengelilingi galaksi ?

20. hm - 2 Desember 2009

Ibrahim mengatakan;
hm menyatakan bahwa konteksnya ’siang dan malam’ padahal kata ’siang’ dan ‘malam’ sudah terdapat dalam kalimat tersebut.

konteks kalau tidak salah artinya hubungan, maaf saya kurang lengkap menuliskannya, seharusnya saya tuliskan begini; konteks yasin 40 dalam pembahasan peredaran matahari adalah peredaran matahari sebagai penyebab terjadinya siang dan malam.

21. hm - 2 Desember 2009

Hadis riwayat Abu Zar ra.:
Bahwa pada suatu hari Nabi saw. bersabda: Tahukah kalian ke mana matahari pergi? Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda lagi: Matahari berjalan hingga berakhir sampai ke tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu menjatuhkan diri bersujud. Dia (matahari) terus dalam keadaan begitu hingga difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari pun kembali, sehingga di waktu pagi terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian berjalan, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu bersujud dan tetap dalam keadaan begitu, sampai difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari kembali, sehingga di waktu pagi muncul dari tempat terbitnya. Kemudian ia kembali berjalan tanpa sedikit pun manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat menetapnya itu di bawah Arsy, lalu difirmankan kepadanya: Naiklah, terbitlah dari Barat. Maka pagi berikutnya, matahari terbit dari sebelah Barat. Rasulullah saw. melanjutkan: Tahukah kalian kapan itu terjadi? Itu terjadi saat: Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya

22. Ibrahim - 3 Desember 2009

hm merevisi:
“seharusnya saya tuliskan begini; konteks yasin 40 dalam pembahasan peredaran matahari adalah peredaran matahari sebagai penyebab terjadinya siang dan malam.”

Soal anak kelas 5 SD:
Manakah kata penghubung yang tidak tepat untuk kalimat berikut:
“Saya tidak belajar dengan baik … Saya tidak lulus”
a) maka b) dan c) sehingga
kata penghubung yang tidak tepat adalah “dan”. Ada hubungan sebab akibat antara kedua bagian kalimat, seharusnya digunakan ‘maka’ atau ‘sehingga’.

QS. Yaasiin (36): 40
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Ada banyak kata ‘maka’ di dalam Al-Quran, tetapi untuk ayat Yaasiin:40, Allah menggunakan kata ‘dan’, bukan ‘maka’ sebagai kata penghubung. Bukan Al-Quran salah kata, tetapi ini adalah penegasan bahwa kedua bagian kalimat itu bukan hubungan sebab akibat, tetapi hubungan kesetaraan, kesejajaran. Kalau itu hubungan sebab akibat seharusnya digunakan kata ‘maka’ atau ‘sehingga’.

Kenapa ‘matahari’ dan ‘bulan’ disetarakan atau disejajarkan dengan kata ‘malam’ dan ‘siang’, silahkan anda baca kembali postingan ini dan postingan lain dalam blog ini untuk dapat mengerti.

hm mengatakan:
“dapat anda jelaskan ayat yg mana dalam quran yg menjelaskan tentang galaksi dan matahari mengelilingi galaksi ?”

Yaasiin:40 “… Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”

Al-Quran tidak menjelaskan bagaimana bentuk edarnya, tidak pula secara tegas mengatakan siapa mengelilingi siapa. Dan juga tidak secara tegas mengatakan bahwa bulan mengelilingi bumi. Dan juga tidak secara tegas mengatakan bahwa bumi mengelilingi matahari. Dan juga tidak secara tegas mengatakan matahari mengelilingi pusat bintang-bintang/galaksi. Kenapa?

Kita tahu sekarang bahwa bulan beredar mengelilingi bumi, tetapi kita juga tahu bulan bersama bumi beredar mengelilingi matahari, tetapi kita juga tahu bulan bersama bumi dan matahari dan bintang-bintang beredar mengelilingi pusat bintang-bintang, tetapi kita juga tahu bahwa bulan bersama bumi, matahari, bintang-bintang terdekat (galaksi) dan galaksi lainnya beredar mengelilingi…., dan seterusnya. Demikian juga bumi beredar mengelilingi matahari, tetapi bumi bersama matahari dan bintang-bintang juga beredar mengelilingi pusat bintang-bintang.. dan seterusnya..dan seterusnya…

Sehingga Allah dalam Al-Quran cukup mengatakan ‘beredar pada garis edarnya’ dengan tidak menegaskan beredar mengelilingi apa. Allah lebih mengetahui ciptaanNya dan lebih mengetahui bagaimana menyampaikannya secara tepat dalam Al-Quran kepada manusia 14 abad yang lalu sampai manusia sekarang.

Dapatkah anda mengerti? Dan janganlah jadi orang yang tidak mau mengerti.

23. hm - 3 Desember 2009

Ok, dari awal saya juga sudah memikirkan tentang kata sambung tersebut, tapi ada alasan yg kuat untuk kita mengambil kesimpulan kalau ayat itu berhubungan, perhatikan;

1. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan
2. Malampun tidak dapat mendahului siang

Lihat kata ‘Malampun’ apa maksud ‘pun’ ?
Maksud ‘pun’ adalah sebagai penegas yg menjelaskan kesamaan konteks antara kalimat 2 dengan kalimat 1.

Nah sekarang apa tanggapan anda tentang ini:

Hadis riwayat Abu Zar ra.:
Bahwa pada suatu hari Nabi saw. bersabda: Tahukah kalian ke mana matahari pergi? Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda lagi: Matahari berjalan hingga berakhir sampai ke tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu menjatuhkan diri bersujud. Dia (matahari) terus dalam keadaan begitu hingga difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari pun kembali, sehingga di waktu pagi terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian berjalan, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu bersujud dan tetap dalam keadaan begitu, sampai difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari kembali, sehingga di waktu pagi muncul dari tempat terbitnya. Kemudian ia kembali berjalan tanpa sedikit pun manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat menetapnya itu di bawah Arsy, lalu difirmankan kepadanya: Naiklah, terbitlah dari Barat. Maka pagi berikutnya, matahari terbit dari sebelah Barat. Rasulullah saw. melanjutkan: Tahukah kalian kapan itu terjadi? Itu terjadi saat: Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya

24. Ibrahim - 4 Desember 2009

pun = juga = demikian juga.
‘pun’ digunakan karena kalimatnya dihubungkan dengan kalimat sebelumnya, kalau berdiri sendiri atau tidak ada hubungannya dengan kalimat sebelumnya maka tidak perlu ‘pun’. Konteks/hubungannya sudah jelas yaitu dengan kata sambung ‘dan’, suatu hubungan kesetaraan, kesejajaran.

Mengenai hadist tersebut, saya menangkapnya mengandung kiasan-kiasan yang inti utamanya adalah untuk menggambarkan betapa berkuasanya Allah atas alam ini termasuk terhadap matahari, sehingga hanya karena perintah/aturan Allah lah maka matahari dapat beredar. Demikian pula dengan bersujudnya matahari adalah sebuah ungkapan/kiasan betapa matahari itu tunduk patuh hanya kepada Allah yang menciptakannya.

Manusia 14 abad yang lalu jelas sekali ketinggalan pengetahuan dengan manusia sekarang, andai dibandingkan pengetahuan anak SD sekarang bisa saja mengalahkan orang dewasa apalagi manusia 14 abad yang lalu. Kalau saya mau menjelaskan tentang matahari kepada anak saya yang masih balita, saya juga akan menjelaskan sebagaimana rasul menjelaskan, bahwa matahari itu beredar atas perintah Allah, tunduk dan patuh kepada Allah, tidak perlu yang rumit-rumit hanya cukup dijelaskan sesuai kapasitasnya karena pengetahuannya juga memang belum sampai untuk dapat memahaminya.

Yang paling penting dari hadist tersebut: beriman kepada Allah SWT dan beramal kebaikan sebelum kiamat.

Pedoman utama dan pertama bagi seluruh manusia adalah Al-Quran, setelah itu yang kedua hadist.

Wallau a’lam

25. hm - 4 Desember 2009

Ok lah jika anda tetap mengartikannya hubungan kesetaraan. Saya tidak dapat mengartikannya demikian, alasannya; ke dua kalimat tersebut berada dalam satu konteks atau memiliki konteks bersama.
Tentang respon anda terhadap hadis, hm bagaimana mungkin anda dapat mengatakan hal seperti itu, bagi tuhan ketika dia harus mengatakan a, a lah yg harus dikatakannya.

26. hm - 4 Desember 2009

Ibrahim mengatakan:
Pedoman utama dan pertama bagi seluruh manusia adalah Al-Quran, setelah itu yang kedua hadist

Coba baca lagi hadis tersebut, jelas dikatakan hadis itu: kalau informasi tentang kemana perginya matahari allah dan rasulnya lah yg lebih tahu.

27. Ibrahim - 5 Desember 2009

Al-Quran dari Allah, wahyu Allah SWT, lafaznya dari Allah, tidak ditambah dan tidak dikurangi oleh Nabi, sedemikian adanya.
Hadist dari perkataan & perbuatan Nabi Muhammad SAW, sebagai seorang manusia juga, beliau bisa berbuat berkata sesuai kebijakannya.

Sumbernya berbeda, maka kualitas dan derajat pun berbeda. Membaca satu huruf ayat Al-Quran sudah mendapat satu pahala kebajikan sedangkan membaca hadist tidak.

“Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”, para sahabat mengakui bahwa mereka tidak memilki pengetahuan yang lebih tentang hal itu. Maka itulah kebijakan rasul untuk menerangkan sesuai dengan pemahaman yang dapat para sahabat terima atau sesuai dengan kapasitas pengetahuan yang dimiliki para sahabat 14 abad yang lalu.

Yaasiin:40 “… Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
itulah dia satu konteks bersamanya yang anda maksud. Matahari dan bulan, dan malam dan siang bersama-sama beredar pada garis edarnya. Kenapa malam dan siang ikut beredar? siapa malam dan siang? Kenapa disetarakan/disejajarkan dengan matahari dan bulan? postingan diatas sudah menerangkannya. Jadi sekarang sudah sangat jelas, clear.

Menerima atau tidak, silahkan bertanya pada hati nurani masing-masing.

Wallahu a’lam

28. hm - 5 Desember 2009

Saya menerima anda berpendapat begitu, karena itu hak anda, tapi saya tidak bisa menerima pendapat anda, terutama tentang hadis, tidakkah anda tahu seberapa penting peran hadis? Tentang tata cara sholat bukankah diterangkan oleh hadis, jika anda mengatakan itu hadis yg lemah, dapat anda terangkan disini hadis yg sahih tentang kemana perginya matahari selain hadis abu zar tersebut?
Maksud anda malam dan siang beredar ? saya tidak akan pernah sependapat dengan anda tentang itu, secara ilmiah malam dan siang disebabkan oleh rotasi bumi, tidak ada hubungannya dengan beredarnya bulan dan matahari, tapi quran menjelaskan malam dan siang disebabkan oleh peredaran matahari dan bulan, kita lihat lagi;

QS. Yaasiin (36): 40
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

KENAPA matahari tidak mungkin mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang KARENA masing masing beredar pada garis edarnya.
Apa yg beredar? Yang berdar menurut quran adalah matahari dan bulan.
Secara bahasa PUN dapat menjelaskan rangkaian kejadian yang menyatakan reaksi.
Contoh:
Juliet sangat mencintai Romeo, ketika Juliet menyangka Romeo sudah meninggal Juliet PUN mengakhiri hidupnya.

29. Ibrahim - 7 Desember 2009

Hadist itu penting makanya menjadi pedoman manusia setelah Al-Quran. Saya tidak tahu apakah hadist tersebut shahih atau tidak, karena saya tidak mempunyai ilmu untuk menentukan hal tersebut. Tapi Saya bisa memahami kenapa rasul berkata seperti itu, sebagaimana yang telah saya utarakan.

“Juliet menyangka Romeo sudah meninggal….Juliet PUN mengakhiri hidupnya”
pilihlah kata sambung yang tepat diantara dua kalimat tersebut?
a) dan b) maka
karena kedua kalimat merupakah hubungan sebab, maka yang tepat adalah ‘maka’.

‘pun’ bisa saja digunakan pada berbagai hubungan kalimat, apakah hubungan setara maupun hubungan sebab.

Al-Quran telah mengatakan bahwa QS. Yaasiin (36): 40 menggunakan kata “dan” sebagai penghubung kalimat, artinya jelas sekali hubungan yang setara, bukan hubungan sebab. Makin saya perhatikan maka makin jelas bagi saya demikian.

menerima atau tidak itu memang hak masing-masing silahkan bertanya pada hati nurani masing-masing.

30. hm - 8 Desember 2009

Tanpa saya tambah dengan kenapa dan karena pun, berdasarkan pendapat anda sendiri, saya bisa membuktikan kalau siang dan malam menurut quran disebabkan oleh peredaran matahari.

QS. Yaasiin (36): 40
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Bukti:

1. Ketika saya tanya kepada anda kenapa matahari tidak mungkin mendapatkan bulan ?
Jawab anda: karena matahari dan bulan beredar di orbitnya masing masing
2. Kata PUN menurut anda berarti JUGA, jadi jika matahari tidak mungkin mendapatkan bulan karena: peredaran matahari dan bulan pada orbitnya masing masing, maka malam tidak dapat mendahului siang JUGA disebabkan oleh: peredaran matahari dan bulan pada orbitnya masing masing.

Kalau anda tidak mau membuka matahati dan pikiran anda apa boleh buat, tapi saya sarankan anda tidak mendustai hadis ^_^

31. Ibrahim - 9 Desember 2009

Saya tidak mendustai hadis tersebut. Saya jelas memahaminya dan memahami latar belakangnya. Apabila anda memang tidak dapat memahaminya, maka anda tidak perlu melebih-lebihkan kata-kata dengan berkata seperti itu terhadap saya.

QS. Yaasiin (36): 40
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Kalimat kedua (“Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”) merupakan tambahan penjelasan untuk seluruh kalimat pertama jadi bukan hanya untuk sebagian dari kalimat pertama saja (kalimat pertama terdiri dari dua bagian kalimat yang disambung oleh ‘dan’ menjadi satu kalimat yaitu menjadi kalimat pertama). Tapi anda malah mengartikan bahwa kalimat kedua hanya menjelaskan sebagian kalimat pertama saja.

Sehingga ‘masing-masing’ yang disebut pada kalimat pertama itulah yang beredar pada garis edarnya, dan yang disebut pada kalimat pertama adalah matahari dan bulan dan malam dan siang. Maka yang beredar pada garis edarnya adalah matahari dan bulan dan malam dan siang.

Matahari tidak mungkin mendapatkan bulan karena matahari dan bulan beredar pada garis edarnya masing-masing,
dan malam JUGA tidak dapat mendahului siang karena malam dan siang JUGA beredar pada garis edarnya masing-masing.
Begitulah semestinya, bahwa semua yang disebut pada seluruh kalimat pertama ‘masing-masing’ beredar pada garis edarnya masing-masing.

Apabila ayat yang indah ini memang terlalu sulit untuk anda pahami, maka akan saya berikan cerita yang lain deh, mudahan dapat anda pahami.

Ada sebuah perlombaan lari di stadion olahraga. Track lari yang mengelilingi stadion tersebut di bagi menjadi delapan lintasan, masing-masing disepanjang lintasan dipisah atau ditandai dengan garis putih, dimana masing-masing pelari harus berlari dalam lintasan garis putih yang telah ditentukan panitia untuk masing-masing peserta. Ada 4 orang peserta lari bernama: Unyil, Usro, Pak Raden dan Pak Ogah. Ketika peserta tengah berlari maka dari pengeras suara terdengar:
“Unyil tidak bisa mendapatkan Usro dan kumispun tidak bisa mendahului botak. Dan masing-masing berlari pada lintasannya.”

Para penonton yang menyaksikan tertawa terpingkal-pingkal.

Bisakah yang ini anda pahami? Apakah saya masih perlu menjelaskannya lagi? berulang-ulang?
Kalau yang ini anda tidak paham juga….apalagi ayat Al-Quran tersebut.
Mari kita buka pikiran dan matahati masing-masing.

32. hm - 23 Desember 2009

Ok lah, nampaknya kita tidak ada titik temu tentang quran, lebih baik kita bahas tentang hadis saja;
Saudara ibrahim coba anda baca buku sains tentang peredaran matahari lalu anda bandingkan dengan esensi hadis tersebut yg jelas jelas menyatakan peredaran matahari berkaitan dengan siang dan malam, sekaligus mengkontradiksi pendapat anda tentang quran tentang peredaran matahari yg tidak berhubungan dengan siang dan malam.

33. Websitedada - 2 Maret 2012

Sesungguhnya menurut Islam matahari itu setiap siang hari selalu mengelilingi bumi sesuai dalil didalam Link ini!:

http://abiubaidah.com/matahari-sujud.html/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: