jump to navigation

Alam Semesta di ‘Record’ Allah 4 Juli 2007

Posted by Ibrahim in Islam.
trackback

Untuk mencatat setiap amal manusia dan mencatat atau merekam segala sesuatu dilangit dan dibumi, Allah telah menciptakan ‘recorder’ yang Maha Canggih yang Allah perkenalkan kepada kita dalam Al-Qur’an dengan nama ‘Kitab yang nyata’ juga kita kenal sebagai ‘Lauhmahfuz’.

Manusia sekarang ini sudah memiliki perekam berbagai bentuk, seperti pita kaset sampai perekam berbasis cahaya seperti kamera, perekam keping cd, yang dapat merekam dan membaca cd dengan cahaya yang dipancarkannya. Pastilah ‘recorder’nya Allah lebih Maha Canggih lagi, luar biasa canggih sehingga segala sesuatu di alam semesta ini dapat direkam oleh ‘Kitab’ tersebut.

QS. Yasiin (36):12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauhmahfuz).
QS. Al An’aam (6):59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhmahfuz).

Tidak ada sesuatupun yang tidak dicatat oleh ‘kitab’ tersebut, semuanya baik yang nyata maupun yang kita anggap gaib, yang lebih besar maupun yang lebih kecil dari zarrah, yang kita lakukan, ucapkan maupun yang kita simpan dalam hati, semua tercatat, tertulis, terekam dengan detilnya.

QS. Yunus (10):61. Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauhmahfuz).
QS. Saba (34):3. Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami”. Katakanlah: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lohmahfuz)”,
QS. An Naml (27):75. Tiada sesuatu pun yang gaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhmahfuz).

Bagaimana bisa terekam? Sungguh suatu mekanisme rekaman yang luar biasa. Rekaman manusia saja sudah menggunakan cahaya. Apakah ‘recorder’ Allah menggunakan cahaya juga, karena kan segala sesuatu memancarkan gelombang cahaya, gelombang electromagnetis yang dapat direkam, atau bisa juga ‘recorder’ Allah ini lebih canggih lagi.

Kalau semuanya telah terekam tentu kita tidak dapat mengelak lagi akan semua ucapan dan perbuatan kita pada hari perhitungan nanti.

Wallaahu a’lam bishshowab

Komentar»

1. agorsiloku - 4 Juli 2007

Kitab yang nyata… apakah itu, mengapa disebut nyata. Adakah teori ketidakpastian berlaku dalam “melihat” perilaku masa depan. Adakah kemungkinan kejadian, sudah sedang atau tengah terjadi itu apakah suatu kepastian kejadian….. hati sering bertanya, akal mempertanyakan….

2. Ibrahim - 5 Juli 2007

Nyata, bisa bermaksud untuk menegaskan kepada kita bahwa kitab ‘recorder’ ini memang benar-benar ada dan nyata, kita mesti mengimaninya seperti kita mengimani Al-Qur’an dan kitab Allah sebelumnya, bukankah kita wajib mengimani Kitab-Kitab Allah.
Nyata, juga bisa bermaksud bahwa kenyataan yang sebenarnya ada dalam kitab ‘recorder’ itu, sedangkan kalau kenyataan yang biasa kita lihat dan kita ketahui di dunia ini sering menipu, bukan kenyataan yang sebenarnya, kenyataan yang sebenar-benarnya ya ada dalam kitab ‘recorder’ itu.
Kepastian akan masa depan akhirat telah dijanjikan oleh Allah dengan aturan-aturan main dari-Nya, hanya dua resultnya surga atau neraka sebagai akibat dari kehidupan dunia kita, yang buktinya ada dalam hasil ‘recording’ kitab yang nyata.
Ketidakpastian akan masa depan dengan berbagai kemungkinannya dalam kehidupan di dunia hanya seperti permainan saja, tapi walau bagaimanapun masa depan kehidupan dunia, masih bukan result akhir yang sebenarnya.

Wallaahu a’lam bishshowab

3. infojualproperti - 18 Oktober 2014

Syahadat sbg pintu masuk menjadi seorang muslim, hrs diperkuat dgn ilmu & keyakinan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: